Home Syariah Usaha Mikro dan UKM 5 Kesalahan Bisnis Yang Sering Dilakukan UMKM

5 Kesalahan Bisnis Yang Sering Dilakukan UMKM

|

|

|

Di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak sedikit orang yang akhirnya beralih pekerjaan. Dari awalnya karyawan swasta berubah jadi wiraswasta. Tidak heran semakin banyak UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang bermunculan saat ini. Usaha dalam berbagai jenis bisnis pun makin menjamur.

Well, punya usaha sendiri tentunya menjadi impian bagi kebanyakan orang. Namun, bisa mempertahankan usaha dan menjalankannya terus menerus adalah sebuah tantangan tersendiri. Karena itu, tidak jarang banyak pengusaha UMKM yang gagal mengembangkan usahanya atau bahkan berhenti karena mengalami kebangkrutan. Hal ini biasanya terjadi karena kesalahan bisnis yang kerap dilakukan oleh pelaku UMKM itu sendiri, terutama bagi pengusaha pemula.

Nah, berikut ini adalah 5 kesalahan bisnis yang sering dilakukan UMKM:

1. Ekspektasi Berlebihan Saat Baru Mulai Merintis   

Hal ini merupakan satu kesalahan bisnis paling dasar bagi setiap pengusaha UMKM pemula. Walaupun perencanaan bisnis sudah sangat matang, kamu tetap harus menetapkan ekspektasi yang realistis dalam hal penghasilan. Selain perencanaan anggaran yang sudah matang, kamu juga harus menyiapkan simpanan atau dana darurat yang mencukupi maupun sumber pendapatan yang bisa diandalkan sebagai penopang selama merintis bisnis tersebut.

2. Mencampur Rekening Pribadi dengan Bisnis

Sampai saat ini, tidak sedikit pengusaha UMKM yang cenderung menggabungkan rekening pribadi dan bisnis miliknya. Kesalahan ini kadangkala akan menyebabkan uang pribadi maupun uang hasil usaha tercampur aduk sehingga menyulitkan ketikan pengelolaan anggaran.

Jika kamu melakukannya, segera pisahkan rekening pribadi dan bisnis milikmu sekarang juga. Selain itu, memiliki rekening terpisah semacam itu akan mempermudah kamu untuk mengontrol alur kas. Apalagi, jika usaha yang kamu jalani yaitu online shop yang memungkinkan setiap transaksinya menggunakan transfer melalui rekening bank.

3. Tidak Menginvestasikan Keuntungan untuk Jangka Panjang Bisnis

Menurut hasil pengamatan para ahli bisnis, kebanyakan pengusaha UMKM tidak menginvestasikan keuntungan yang didapat untuk kelanjutan bisnis di masa depan. Keuntungan yang diperoleh di tahun-tahun awal keberhasilan bisnis biasanya justru digunakan untuk memperbaiki kehidupan pribadi seperti membeli rumah baru, mobil baru, gadget, untuk berlibur, dan lain sebagainya.

Sebaiknya keuntungan yang diperoleh diinvetasikan untuk keberlangsungan bisnis ke depannya seperti pembelian alat-alat vital yang lebih canggih, perluasan bisnis, dan hal yang membuat bisnis berkembang di masa depan. Dengan begitu bisnis akan tetap berjalan lancar ke depannya.

4. Memaksakan untuk Melakukan Semuanya Sendirian

Pada awal merintis usaha, bisa dimaklumi jika kamu harus turun tangan dalam segala aspek. Mulai dari penyusunan ide dan rencana, persiapan anggaran, produksi, brand, hingga pemasaran. Meski begitu, bukan berarti kamu harus terus mengerjakan setiap aspek selamanya. Apalagi, jika usaha yang kamu rintis sudah mulai berkembang. Apabila penjualan dan permintaan pasar sudah mulai meningkat namun kamu kewalahan dalam mengejar target produksi, sudah saatnya mempertimbangkan untuk merekrut staf.

5. Tidak Mau Mencari dan Mendengar Saran Orang Lain  

Memiliki pedoman “I do it my way” memang baik. Meski begitu, kamu harus tetap bisa memilah mana yang harus sesuai dengan pemikiran sendiri kapan saatnya memerlukan saran dari orang lain. Jika kamu hanya melakukan yang sesuai dengan keinginan kamu tanpa mau mendengar nasihat dari orang lain, kemungkinan besar usaha yang dirintis akan gagal.

Perlu kamu tahu, perspektif berbeda dari orang lain itu mampu membuat bisnis semakin berkembang loh. Namun, kamu mencari masukan dan nasehat dari orang yang memiliki pengetahuan luas dalam bisnis seperti akuntan, perencana keuangan, pengacara, pakar strategi, dan ahli bisnis lainnya ya!

Nah, saat ini kamu juga bisa berinvestasi sekaligus membantu UMKM loh dengan bergabung menjadi pendana di Amartha. Pasalnya, dengan menjadi pendana bagi para perempuan pengusaha mikro mitra Amartha, kamu berarti telah berpartisipasi menciptakan dampak sosial yang nyata berupa kesejahteraan merata.

Selain itu, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Dana yang tersedia juga bisa ditarik kapan saja loh!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...