5 Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak, Waspada ya Moms!

0
1720
sumber: www.pexels.com
sumber: www.pexels.com

Ramainya pemberitaan tentang kasus gagal ginjal akut pada anak yang semakin meningkat membuat para orang tua merasa khawatir. Bagaimana tidak, dalam 2 bulan terakhir, menurut catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia setidaknya 180 anak di 20 provinsi dengan rentang usia 6 bulan sampai 18 tahun terkena penyakit ini. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini tengah menyelidiki penyakit yang telah terdeteksi sejak awal 2022. Namun, lonjakan kasusnya baru terjadi sejak bulan Agustus 2022 dan memuncak pada bulan September 2022. Dilansir dari infopublik.id, pihak Kemense meminta masyarakat untuk tetap aktif dalam memantau gejala yang mengarah ke penyakit gagal ginjal akut, terutama bagi orang tua yang mempunyai anak usia 0-18 tahun. 

Jika terdapat keluhan yang mengarah pada penyakit gagal ginjal akut, jangan ditunda atau berusaha mencari pengobatan sendiri. Lebih baik segera konsultasikan kondisi anak ke tenaga kesehatan.

5 Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak yang Harus Kamu Waspadai

Menurut kementrian kesehatan, ciri ciri penyakit ginjal pada anak yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut: 

  1. Demam selama 14 hari
  2. Gangguan pernafasan (batuk dan pilek)
  3. Gangguan pencernaan (mual, muntah dan diare)
  4. Volume urine yang dikeluarkan sangat sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali
  5. Terdapat perubahan warna urine menjadi lebih pekat atau kecoklatan 

Jika orang tua mendapati beberapa gejala tersebut, sebaiknya langsung dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar segera ditangani. 

Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Akut yang Terjadi Pada Anak

Hingga saat ini, penyebab penyakit ginjal pada anak masih belum diketahui secara pasti. Penyakit gagal ginjal akut yang terjadi pada anak umumnya berasal dari kelainan bawaan. Namun, di beberapa kasus yang merebak belakangan masih terus diselidiki karena tidak terkait dengan kelainan bawaan. Ada dugaan bahwa penyakit ini terkait infeksi leptospirosis, adenovirus, dan efek obat batuk pilek yang mengandung etilen glikol dan etilen glikol, seperti kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak di Gambia, Afrika.

Baca Juga: 5 Gejala Diabetes Usia Muda yang Harus Kamu Tahu!

Cara Mendeteksi Gagal Ginjal Akut yang Terjadi Pada Anak

Bila kamu menemukan gejala gagal ginjal akut pada anak, sudah seharusnya segera dibawa ke dokter. Nantinya, pihak dokter lah yang bisa mendeteksi masalah kesehatan tersebut setelah melakukan beberapa hal berikut ini: 

  • Pemeriksaan fisik
  • Pengecekan riwayat gejala penyakit
  • Tes darah
  • Mengecek keluaran urin dan tes urin
  • Tes GFR untuk memperkirakan penurunan fungsi ginjal
  • Tes pencitraan (ultrasound)
  • Biopsi  ginjal 

Pencegahan Penyakit Ginjal Pada Anak

Menjawab pertanyaan yang kerap dilontarkan apakah gagal ginjal pada anak bisa sembuh. Eka Laksmi selaku Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI menyatakan bahwa anak yang menderita gagal ginjal akut bisa sembuh total.  Dilansir dari Tempo.co, Eka menyatakan bahwa secara umum anak dengan gangguan ginjal akut  bisa memproduksi urin dengan normal kembali. 

Ini berdasarkan kasus yang terjadi pada anak di daerah Jakarta yang sudah dinyatakan sembuh dari gangguan ginjal serta tidak memerlukan cuci darah lagi. Walau masih belum diketahui secara pasti penyebabnya, tidak ada salahnya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, yaitu dengan cara: 

  • Mencukupi kebutuhan cairan anak.
  • Mengurangi paparan terhadap segala infeksi, termasuk saat kehamilan.
  • Mencegah dehidrasi pada anak, terutama pada saat anak sedang muntah atau diare.
  • Mendeteksi secara dini diabetes dan hipertensi pada anak. 
  • Konsultasi dengan dokter seputar masalah genetik untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal yang diturunkan. 

Kamu harus diwaspadai jika menemukan gejala gagal ginjal akut pada anak. Segera membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan merupakan langkah awal yang tepat. Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus kamu siapkan untuk pengobatannya. Untuk itu, sangat penting untuk memiliki dana cadangan yang bisa digunakan untuk kondisi darurat. Berinvestasi di microfinance marketplace Amartha menawarkan imbal hasil 15% flat per tahun yang bisa dijadikan passive income. Tunggu apalagi. Yuk, investasi sekarang.

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here