5 Cara Meningkatkan Omset Penjualan Paling Efektif!

0
38
sumber ilustrasi: www.istockphoto.com
sumber ilustrasi: www.istockphoto.com

Cara meningkatkan omset penjualan merupakan suatu hal yang wajib diketahui oleh para pelaku bisnis. Sebab, omset sendiri merupakan parameter penting yang mampu menentukan apakah bisnis akan semakin maju atau mundur. 

Semakin meningkat suatu omset, maka semakin maju bisnis tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Maka demikian, tidak mengherankan jika para pelaku usaha melakukan beragam cara untuk menaikkan omset penjualan. 

Bagaimana dengan kamu? Apakah saat ini kamu tengah menjadi seorang pelaku bisnis atau usaha? Atau ingin memulainya namun masih ragu? Apapun itu, sebaiknya ketahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk menaikkan omset penjualan dalam artikel satu ini!

Mengulas Cara Meningkatkan Omset Penjualan

Omset merupakan ‘nilai total’ pendapatan kotor yang diperoleh dalam periode tertentu, misalnya saja dalam rentang hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Nah, tentu saja total pendapatan tersebut belum dikurangi harga pokok penjualan (HPP), dan biaya-biaya lainnya.

Pendek kata, omset merupakan pendapatan kotor yang bisnismu hasilkan. Sebagai pelaku bisnis, sudah sewajarnya jika kamu akan terus berusaha menaikkan pendapatan atau omset. Sebab, omset berbanding lurus dengan keuntungan yang dapat diperoleh suatu bisnis. 

Tips Ampuh Meningkatkan Omset Penjualan

Setiap pelaku bisnis memiliki masing-masing cara meningkatkan omset penjualan bisnisnya. Namun, dari semua itu, tentu ada beberapa cara yang paling kerap mereka gunakan karena terbukti efektif. Penasaran apa saja cara-cara tersebut? Ikuti poin dan penjelasan berikut!

1. Memperkuat Brand Bisnis

Semua orang pasti sadar bahwa mayoritas pelanggan lebih menyukai produk baru rilisan brand yang telah mereka lama kenal. Hal ini dikarenakan branding yang dibangun sejak lama memiliki kekuatan untuk membangun kepercayaan pelanggan.

Mengetahui fakta ini, kamu sebagai pebisnis wajib memperkuat branding untuk menaikkan omset penjualan. Sebab, tanpa eksistensi brand atau branding yang kuat, maka kompetisi pastinya bisa mengarah pada 1 titik, yakni persaingan harga. 

Nah, jika kamu membangun suatu brand dengan baik, penjualan bisa lebih gampang enyah dari persaingan harga. Lalu, jika brand bisnismu telah dikenali oleh khalayak, sudah pasti harga yang dapat kamu patok pun dapat lebih tinggi. 

2. Mengaplikasikan SEO (Search Engine Optimization)

Strategi meningkatkan omset penjualan online dapat dilakukan dengan mengaplikasikan SEO dalam pemasaran digital. Dengan begitu, pastinya trafik kunjungan pada website atau blog media pemasaran dapat mengalami peningkatan. 

Istilah trafik sendiri mengacu pada kunjungan pengguna internet pada website atau blog bisnismu. Trafik bersifat dinamis dan tidak menentu. Namun, tetap saja SEO adalah teknik yang efektif untuk menaikkan trafik. 

Baca Juga: 5 Strategi Mencapai Target Penjualan Bikin Bisnis Laris!

3. Mengaplikasikan SEM (Search Engine Marketing)

Strategi meningkatkan penjualan satu ini dapat menaikkan omset. Sama halnya dengan SEO, SEM juga mampu mengoptimalkan pengunjung website atau trafik. Akan tetapi, SEM mampu memaksimalkan mesin penelusuran lewat iklan bisnis.

4. Menerapkan Strategi Bundling

Ini merupakan ide kreatif untuk meningkatkan penjualan yang mampu menaikkan omset. Maksud dari strategi ini sendiri yaitu melakukan penjualan 2 produk dalam 1 paket dan menawarkannya dengan harga yang terjangkau ketimbang satuan. 

5. Memberikan Penawaran Khusus

Cara meningkatkan omset penjualan bisnis ini dapat kamu lakukan dengan memberi penawaran terbaik, misalnya menyediakan promo atau diskon. Dengan begitu, selain omset meningkat, pelanggan bisa semakin loyal. Nah, itu dia pembahasan seputar cara meningkatkan omset penjualan bisnis.

Setelah cara meningkatkan omzet UMKM yang kamu lakukan di atas berhasil, jangan lupa untuk membantu UMKM lainnya ya. Kamu bisa menjadi lender untuk ikut andil dalam kemajuan usaha UMKM Indonesia dengan modalin mitra mulai dari 100 ribu aja melalui microfinance marketplace Amartha.

Sebagai pendana (lender) kamu juga bisa mendapatkan imbal hasil mencapai 15% flat per tahun! Jangan khawatir, Amartha menerapkan prinsip bisnis yang berkelanjutan dan transparansi. Di mana setiap pendana dapat memonitor portofolio mitra secara mingguan di aplikasi Amartha. Amartha juga sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019.

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here