5 Alasan P2P Lending Cocok Untuk Investor Pemula!

0
204
Sumber Foto: Shutterstock

Salah satu keluhan paling sering terdengar saat seseorang ingin mulai berinvestasi adalah sulitnya menentukan akan menanamkan modal di jenis aset apa. Mulai dari reksa dana, P2P Lending, saham, kripto, hingga obligasi.

Tentu saja yang paling nge-trend adalah saham. Namun kita tahu sendiri saham mempunyai barrier of entry yang cukup tinggi karena membutuhkan pengetahuan teknikal yang mendalam.

Kriptokurensi yang sedang booming juga menjadi penarik banyak orang untuk berinvestasi. Namun, sebagai aset yang memiliki risiko paling tinggi di antara semuanya, tentu saja jenis aset ini tidak disarankan untuk pemula. Jika salah memasukkan dana pada koin yang jelek, maka seluruh modal kemungkinan bisa ludes.

Menurut Investbro, aset terbaik untuk investor pemula yang baru ingin memulai adalah P2P lending. Berikut 5 alasannya:

1. Mudah Dipelajari!

Dibanding aset lainnya, cara kerja P2P lending sangat mudah dimengerti. Hal ini karena aktivitas pinjam-meminjam sudah dilakukan oleh manusia sejak ribuan tahun lalu! Ada peminjam yang membutuhkan dana, ada perantara penyedia aplikasi, dan ada pemberi pinjaman yang menyediakan dana, terjadi lah transaksi.

Tidak perlu mengerti berbagai jargon dalam dunia finansial yang terdengar asing di telinga. Hanya perlu mengetahui istilah-istilah dasar seperti cash in hand, TKB90, default term, dan interest rate, seorang investor pemula sudah bisa mulai menanamkan modalnya secara aman.

Sementara jika Anda memutuskan berinvestasi di saham, maka adalah sebuah kepastian Anda akan mengalami kerugian terlebih dahulu karena tidak pintar membaca pasar. Di P2P lending tidak ada namanya menghafal 100 pola candlestick atau  menggunakan margin trading, semuanya sederhana dan mudah dimengerti.

2. Risiko Lebih Rendah

Saham dan kripto mungkin menjanjikan keuntungan yang sedikit lebih atraktif, namun mereka tidak bersaing dengan P2P lending dalam hal keamanan dana.

Contohnya, Amartha yang memiliki TKB90 total di atas 94%, artinya jika Anda menanamkan modal dengan strategi diversifikasi yang baik, kemungkinan kerugian hanya sebesar 6%. Bahkan TKB90 2020 Amartha sebesar 99.86%. Tentu saja nilai tersebut sangat kecil dibandingkan bunga yang didapatkan pada setiap pemberian pembeliannya.

Karena diawasi oleh OJK, setiap platform P2P lending pasti melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap peminjam yang mengajukan pendanaan. Dengan mempertaruhkan reputasi mereka yang terpampang dalam statistik TKB90, maka platform P2P lending mempunyai kepentingan dalam menjamin setiap pemberi pinjaman aman dananya.

3. Keuntungan Yang Bersaing!

Lho, memangnya ada yang menawarkan keamanan dana didampingi keuntungan yang bersaing? Bukannya kalau low risk pasti low reward?

Ini adalah salah satu kelebihan dari P2P lending. Memang keuntungannya tidak bisa 10x lipat dalam setahun seperti saham dan kripto, tetapi secara rata-rata tidak kalah dari mereka. Ingat bahwa rata-rata kenaikan indeks saham hanya sebesar 10-12% per tahun. Varians-nya pun sangat “gila”, karena bisa untung besar tahun ini namun di tahun lainnya rugi besar.

Dalam P2P lending, keuntungan yang ditawarkan sudah jelas dari awal. Anda bisa memilih bunga yang sedikit lebih tinggi dengan menanamkan modal pada peminjam yang lebih berisiko, namun tetap banyak pilihan pada peminjam dalam grade “aman” dengan bunga yang tidak rendah juga.

Untuk investor pemula yang mungkin akan shock dengan perputaran pasar yang kejam, maka P2P lending lebih cocok dibandingkan saham dan kripto karena memiliki volatilitas yang jauh lebih rendah.

4. Mudah Untuk Diversifikasi

Tidak ada konsep investasi yang lebih penting dibanding diversifikasi. Investasi adalah ilmu mengatur risiko. Salah satu cara manajemen risiko yang paling penting tentunya adalah dengan membagi dana ke banyak keranjang.

Apa dan Seberapa Pentingkah Diversifikasi Investasi?

Di P2P lending, Anda bisa membagi dana ke banyak keranjang dengan mudah. Cara cukup dengan memberikan pinjaman ke banyak orang. Oleh karena itu, hindari meminjamkan dana Anda ke sedikit jumlah peminjam. Angka yang disarankan adalah minimal membaginya ke 10 peminjam.

Dengan demikian, jika ada satu peminjam yang gagal bayar, dana Anda tidak akan tergerus habis. Masih ada banyak peminjam lain yang akan mengembalikan dana dan menutupi kerugian tersebut.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan diversifikasi tingkat risiko. Misalnya memberi setengah pinjaman kepada peminjam dengan grade A, dan setengahnya lagi ke grade C yang berisiko lebih tinggi namun menjanjikan bunga yang lebih menarik.

5. Pendapatan Yang Rutin

Tidak seperti saham di mana investor harus bersabar menunggu keuntungan, jadwal keuntungan di P2P lending jauh lebih jelas. Tidak ada yang tahu kapan saham Anda akan memperoleh keuntungan 20%, bahkan dukun pun tidak tahu. Sebaliknya, di P2P lending semuanya terlihat jelas.

Jika Anda memberikan pinjaman yang akan jatuh tempo dalam 90 hari dengan keuntungan 10%, maka dalam 3 bulan Anda akan memperoleh dana Anda kembali ditambah keuntungan 10%.

Mau Jadi Investor Ritel Profesional? Ini Caranya!

Dengan demikian, merencanakan keuangan akan jauh lebih mudah jika Anda berinvestasi di P2P lending. Bahkan pinjaman jangka panjang pun bisa diprediksi. Obligasi dan deposito memang memiliki sifat ini juga, tetapi kita tahu bahwa keuntungannya jauh di bawah P2P lending.

Bagaimana, tertarik menanamkan dana di P2P lending sebagai investasi pertama Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here