4 Perbedaan Perempuan dan Laki-Laki dalam Mengelola Keuangan

|

|

|

Dalam banyak hal, laki-laki dan perempuan ternyata memiliki banyak perbedaan. Hal ini sesuai dengan ungkapan terkenal, “Men are from Mars, women are from Venus”. Ungkapan ini berasal dari buku yang ditulis oleh penulis dan konselor hubungan terkenal di Dunia yaitu John Gray.

Perbedaan laki-laki dan perempuan ini diyakini pula membuat keduanya berbeda dalam hal pengelolaan keuangan. Ada yang menyebut, dalam hal keuangan, laki-laki cenderung lebih berani mengambil risiko. Sebaliknya, perempuan cenderung berhati-hati dan wait and see.

Nah, berikut ini adalah 4 perbedaan dari perempuan dan laki-laki dalam mengelola keuangan!

4 Perbedaan Perempuan dan Laki-Laki dalam Mengelola Keuangan

1. Menabung

Dalam hal menabung, ternyata gambaran antara perbedaan laki-laki dan perempuan menjadi lebih rumit. Sulit untuk mengatakan mana yang “lebih baik” dalam menabung. Sebuah studi di tahun 2015 lalu menemukan bahwa laki-laki memiliki simpanan dana darurat hampir dua kali lipat lebih banyak daripada yang dimikili perempuan.

Sementara itu, berdasarkan survei BlackRock tahun 2015, perempuan yang mendekati usia pensiun memiliki tabungan pensiun yang lebih sedikit dari laki-laki. Karena itu, laki-laki disebut bisa menabung lebih dari tiga kali lipat daripada perempuan.

Inilah Alasan Kenapa Rajin Menabung Aja Gak Cukup Bikin Kamu Cepat Kaya

Akan tetapi, menurut survei ini, persentase menabung yang dialokasikan perempuan dari pendapatannya disebut lebih besar dari laki-laki. Sebagai contoh, perempuan menabung 10% dari pendapatannya setiap bulan, sementara laki-laki 8%. Hasil akhirnya menjadi lebih besar laki-laki karena perbedaan jumlah total pendapatan.

2. Kecenderungan Berbelanja  

Sebuah studi di tahun 2007 oleh Wharton School of Business berjudul “Men Buy, Women Shop” menemukan bahwa perempuan cenderung melihat belanja sebagai sebuah aktivitas. Sedangkan laki-laki hanya berfokus pada tujuan. Mereka ingin pergi ke toko, membeli apa yang mereka inginkan, dan keluar secepat mungkin. Perempuan bisa jadi butuh melihat banyak toko dan akhirnya tergoda membeli banyak barang.

Sebuah Survei Pengeluaran Konsumen di tahun 2015-2016 menyoroti beberapa perbedaan dalam pilihan pengeluaran antara perempuan lajang dan laki-laki lajang.  Hasilnya, secara keseluruhan, laki-laki lajang menghabiskan sedikit lebih banyak daripada perempuan lajang.

Ketika dibedah lagi, ada perbedaan dalam menghabiskan uang antara keduanya untuk beberapa alokasi pengeluaran. Misalnya, untuk belanja pakaian, perempuan menghabiskan lebih banyak uang daripada laki-laki. Namun, dalam hal belanja makanan, ternyata laki-laki lebih “boros” dibandingkan perempuan. Sementara, untuk hiburan, baik laki-laki maupun perempuan relatif punya pengeluaran yang sama.

3. Budgeting

Dalam hal budgeting atau alokasi anggaran, perempuan dianggap lebih baik. Perempuan lebih efektif menangani pendapatan dan pengeluaran rumah tangga demi menjamin kenyamanan bagi anggota keluarga. Perempuan lebih disiplin dalam alokasi anggaran untuk pengeluaran seperti makanan, pendidikan anak, dan lain-lain.

Disiplin budgeting ini dinilai sebagai sifat yang membantu memangkas pengeluaran yang tidak perlu dan memastikan bahwa jumlah optimal dialihkan ke tabungan dan investasi. Sifat ini menjadi dasar bagi perempuan untuk membangun keamanan keuangan mereka.

Masalah Umum Soal Budgeting dan Cara Mengatasinya (Part 2)

4. Tujuan Keuangan

Secara keseluruhan, laki-laki dan perempuan memiliki tujuan keuangan yang hampir sama, tetapi ada perbedaan dalam hal yang mereka fokuskan. Survei tahun 2018 oleh The Motley Fool menemukan, laki-laki cenderung menempatkan menabung untuk liburan sebagai tujuan keuangan utama mereka, kemudian melunasi hutang kartu kredit.

Bagi perempuan, ini masih menjadi dua tujuan teratas, tetapi dengan urutan yang berlawanan. Perempuan lebih cenderung menyebut peningkatan kredit mereka dan melunasi pinjaman sebagai tujuan.

Sementara itu, laki-laki menyebut membeli rumah, membeli mobil, atau mencari pekerjaan baru. Meskipun laki-laki dan perempuan sebagian besar sepakat mengenai tujuan mereka. Mereka sangat berbeda dalam berapa banyak uang yang dialokasikan untuk tujuan tersebut. 

Well, menentukan apakah laki-laki atau perempuan yang lebih baik dalam mengelola keuangan, jawabannya bisa jadi sangat subjektif. Meski begitu, hal ini tetap kembali lagi pada karakter diri setiap orang masing-masing, tanpa mengenal gender.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan menghentikan 3.056 fintech pinjaman online ilegal. Hingga kini tercatat...