4 Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich. Patut Dicoba!

0
430

Generasi sandwich adalah generasi yang memiliki tanggung jawab ganda secara financial untuk menghidupi keluarga kecil dan orang tua. Posisi generasi sandwich tentu sangat menyulitkan baik bagi pria maupun wanita. Jika wanita menikah dengan generasi sandwich, kamu mungkin merasa ingin berkontribusi dalam mencari penghasilan. 

Generasi sandwich di Indonesia saat ini jatuh pada generasi milenial. Ciri-ciri generasi sandwich ialah mereka yang sudah menikah, mempunyai anak, perlu menafkahi orang tua ataupun mertua, hingga masih memiliki tanggung jawab untuk membiayai sekolah saudara kandungnya juga. Menjadi bagian dari generasi ini tentu akan berdampak pada perekonomian keluarga, hingga mempengaruhi kesehatan fisik maupun psikologis. 

Dalam memutuskan rantai generasi sandwich bisa dilakukan oleh individu maupun dengan bantuan dari negara. Seperti yang dilansir vice.com, jika pemerintah bisa mengelola perbaikan sistem pensiun, maka angka jaminan hari tua bagi populasi lansia di Indonesia akan meningkat. Tentunya akan memutuskan fenomena generasi sandwich yang terus berulang ini.

Bila memutus rantai generasi sandwich ini tidak dilakukan, maka akan berdampak buruk pada sistem keuangan seseorang. Apalagi mengingat potensi resesi yang bisa saja terjadi, maka hal tersebut harus diatasi segera mungkin.

Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebagai upaya memutus rantai generasi sandwich.

1. Menambah Penghasilan

Penghasilan yang besar adalah kunci untuk menyeimbangkan pengeluaran generasi sandwich yang banya. Sumber-sumber pengahasilan bisa bervariasi mulai dari yang pasif hingga yang aktif. Penghasilan aktif didapat dari pekerjaan, sementara arus kas pengahasilan pasif bisa didapat dari keuntungan properti, kemitraan atau jenis pendanaan pasif lainnya.

Ini berarti bagi generasi sandwich, sangat penting melek finansial untuk dapat mengatur kas keuangan. Termasuk memiliki pembagian yang baik pada kantong-kantong pengeluaran. Rumus 40/30/20/10 dalam persen bisa dibagi secara berurut untuk kebutuhan keluarga inti, tanggung jawab kepada orang tua ataupun saudara, tabungan dan terakhir untuk donasi. Selain itu kamu perlu membiasakan diri dalam mencatat keuangan agar pergerakan demi memastikan setiap pengeluaran selalu untuk hal yang dibutuhkan. 

Tak jarang keadaan menuntut istri untuk bekerja. Ingatlah untuk tetap menerapkan rumus pengelolaan gaji diatas. Cicilan, tagihan, belanja bulanan termasuk pada 40 persen pengeluaran keluarga inti. Sistem penambahan income inilah yang dapat menjadi opsi tepat agar segera memutus rantai generasi sandwich. 

Baca Juga: 4 Tips Atur Keuangan untuk Generasi Sandwich

2. Memiliki Asuransi Kesehatan

Asuransi juga termasuk pengeluaran yang perlu diperhatikan oleh kamu. Ambilah asuransi kesehatan untuk orang tua, diri dan keluarga. Tentukan skala prioritas untuk siapa yang akan diurus terlebih dahulu asuransinya. Ambillah paket asuransi yang sesuai dengan penghasilan saat ini. 

3. Komunikasi dengan Keluarga

Komunikasi dengan keluarga sangatlah penting dalam memutus generasi sandwich. Bicaralah jujur tentang kondisi finansial dan carilah jalan keluar secara kekeluargaan. Beberapa hal yang kecil namun perlu dibicarakan adalah meminta pengertian tentang permintaan dana yang tak terduga. Setiap bulan tanyakan rencana pengeluaran orang tua maupun saudara agar menghindari hal tersebut. Selain itu, saat keluarga inti sudah berusaha mengatur pengeluaran pada pos-pos kebutuhan, mintalah pengertian yang sama untuk anggota keluarga lain. Tujuannya agar kamu tidak diberi beban lebih untuk sesuatu yang belum menjadi kebutuhan mereka. Jangan lupa beri pengertian mengenai dana darurat yang perlu disisihkan secara mandiri oleh pihak keluarga besar. 

4. Mulai Berinvestasi

Selain punya tabungan, memiliki investasi juga berperan penting dalam memutus rantai generasi sandwich. Pasalnya, investasi dapat meningkatkan nilai aset guna mempersiapkan kondisi finansial yang lebih baik di masa depan.

Sebaiknya kamu harus punya tujuan investasi yang jelas. Misalnya, menyiapkan dana yang cukup untuk masa kini dan masa tua nanti biar tidak menyusahkan anak-anak.

Nah, salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih oleh generasi sandwich adalah P2P Lending. Investasi di microfinance marketplace Amartha, bisa dimulai dengan modal yang kecil, yaitu investasi mulai 100 ribu rupiah aja.

Dana yang kamu investasikan di Amartha akan disalurkan untuk membiayai modal usaha para perempuan pengusaha mikro di pedesaan, lho. Selain menyalurkan modal usaha, Amartha juga memberikan layanan pendampingan dan pelatihan keuangan. Hal tersebut agar dana yang disalurkan tepat guna dan tepat sasaran.

Sebagai investor atau pendana, Amartha menawarkan bagi hasil hingga 15% flat per tahun dengan pengembalian pinjaman setiap minggu. Gak perlu khawatir karena Amartha sudah terdaftar dan memiliki izin dari OJK.

Memutus rantai generasi sandwich memang penuh tantangan, namun seperti yang disebutkan diatas. Banyak hal bisa dilakukan untuk mengatasinya, termasuk dalam mencari sumber pendapatan secara pasif. Tunggu apalagi, yuk investasi sekarang!

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here