3 Liburan yang Paling Penting buat Kamu

Waktu masih jomblo, kita ga harus diingatkan untuk mengambil liburan, kita mengambil liburan hampir kapanpun ada kesempatan. Har-pit-nas, long weekend, tiket murah. Kapanpun kita pengen. Mikir bentar, Beli, Cusss! Sekarang mungkin lebih mudah lagi, karena banyak yang menawarkan “pay later”, jadi ga usah pusing tanggal muda atau tanggal tua.

Waktu sudah berpasangan, nah, semuanya jadi lebih mahal (atau murah, tergantung seberapa “bebas” pergaulan kamu), tapi masih relatif gampang. . Har-pit-nas, long weekend, tiket murah, keduanya sedang tidak ada “proyek” besar. Tinggal atur waktu bareng, yang lebih organized biasanya yang Beli, dan Cusss! 

Nah, waktu sudah punya anak, ini yang banyak dari kita yang mulai “malas” berlibur. Terlalu ribet, terlalu mahal, ga enjoy karena banyak gawean “ga santai”, dll. Aku terinspirasi oleh artikel yang pernah aku baca (sayang udah cari tapi ga bisa ketemu di mana artikel nya) beberapa tahun yang lalu. Sejak saat itu, aku konsisten ambil 3 liburan (berbeda tipe) yang menurut aku penting banget buat semua keluarga untuk dilakukan secara rutin, yah.. setiap 1-2 tahun lah.

 

Liburan Keluarga (Family Vacation)

Liburan keluarga inti. Ini berarti kamu, pasangan kamu, dan anak-anak kamu saja. Ga ada Mbak, Ga ada Sus, Ga ada Ibu / Mamak / Mertua. Banyak yang bilang “Tapi ga bisa” “Tapi itu ga mungkin” “Tapi aku tinggal sama orang tua masak ga diajak” “Tapi ibuku ga bisa ditinggal sendirian” “Tapi aku butuh Sus kalau ngga ga bisa enjoy” Blablabla. Akan selalu ada Tapi, itu semua Alasan. Kamu harus melakukan apa yang kamu harus lakukan. Kamu dan/atau pasangan mungkin berpikir bahwa kamu ga bisa, KAMU PASTI BISA! Be positive, think fun, dan just do it! Ga akan separah yang kamu bayangkan kok.

Aturan-aturan di rumah, dikendorin dikit lah (iya, buat kamu yang control freak, hygiene freak terutama), fokus di kebersamaan, kerja sama antara kamu dan pasangan dan anak-anak kamu (iya, termasuk anak balita, batita, bahkan bayi, bisa diajak kerja sama kok!) Kalau salah satu dari kamu terlalu takut, bisa mulai dengan 2-3 hari staycation, di kota yang sama, nginap di luar rumah, di mana gitu. Kalau parah banget, masih bisa pulang rumah. Jamin deh, keluarga kamu akan jadi makin dekat makin seru, dalam kesempatan ini semua belajar hal baru.

Bulan Madu (Honeymoon)

Kamu dan pasangan kamu aja. 

Waktu kamu pesen hotel, bilang kalau ini Bulan Madu kalian. Waktu kamu ngobrol sama pasangan kamu, pake kata-kata “Bulan Madu” Bahkan waktu kamu pasang foto di media sosial, pake hashtag #bulanmadu #honeymoon

“Anak-anak gimana?” “Aku akan kangen banget dan ga enjoy liburan nya” Blablabla. Semua itu Alasan. Ok, mungkin bayi di bawah 1 tahun. Makanya aku bilang di atas setiap 1-2 tahun ^_^. Aku dan istri sudah melakukan ini berulang kali. Yang terakhir, Jan 2019, aku dan istri dengan berat hati meninggalkan 2 anak kita, balita dan baduta (bawah dua tahun) waktu itu, di orang tua kami, di luar kota, Malang dan Surabaya. Kita berbulan madu 15 hari ke Italia dan Switzerland. Di akhir liburan, kami kangen banget dan berjanji lain kali hanya akan meninggalkan mereka maksimal 12 hari.

Pasti akan ada seseorang yang baik yang bisa membantu kamu menjaga anak untuk sementara. Di jaman teknologi ini, kamu masih bisa memonitor mereka, menghubungi mereka rutin di awal hari atau akhir hari. Jangan setiap saat yah, kamu dan pasangan kamu harus memaksakan diri untuk enjoy Bulan Madu kalian. Karena kamu pake istilah “Bulan Madu”, honeymoon”, Jamin deh, kamu berdua akan jadi balik mesra mendekati masa pacaran / masa hot-hot an sebelumnya. 

Bersambung minggu depan yah!

 

 

Kamu juga bisa melihat artikel asli dalam bahasa Inggris cek di sini ya.

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: