3 Jenis Investasi Modal 100 Ribu untuk Investor Pemula

|

|

|

Saat ini, ada banyak sekali jenis investasi yang tersedia di pasaran bagi masyarakat di Indonesia. Meski begitu, masih saja ada orang yang masih merasa enggan untuk memulai berinvestasi. Rendahnya jumlah investor ini masih dipengaruhi stigma usang bahwa investasi itu sulit, berisiko tinggi, dan mahal.

Padahal, stigma ini jelas sudah tidak relevan lagi saat ini karena munculnya alternatif-alternatif investasi baru yang lebih mudah. Salah satu kemudahan yang ditawarkan dari alternatif investasi saat ini adalah rendahnya biaya memulai, yaitu cukup dengan Rp100 ribu saja.

Nah, berikut ini adalah 3 jenis investasi yang bisa dilakukan hanya dengan modal Rp100 ribu bagi para investor pemula!

1. Reksadana

Reksadana saat ini menjadi salah satu jenis investasi yang cukup populer bagi investor pemula. Pasalnya, kamu udah bisa berinvestasi di reksadana dengan modal kecil, yaitu sekitar Rp 100 ribu. Bahkan, ada beberapa sekuritas menawarkan investasi reksadana dengan modal Rp 50 ribu aja.

Selain itu, uang yang kamu alokasikan untuk investasi reksa dana juga akan dikelola manajer investasi yang sudah ahli di bidangnya. Jadi, kamu tidak perlu repot mempelajari cara untuk mengelola dana yang dimiliki agar bertumbuh. Tinggal duduk manis di rumah saja.

2. Emas

Sejak dulu, emas batangan memang sudah menjadi salah satu instrumen investasi yang menjadi incaran banyak orang. Salah satu alasan banyak orang terjun ke investasi emas karena harga emas terbilang aman.

Bahkan, cenderung naik setiap tahun. Selain itu, emas juga gak akan tergerus inflasi layaknya investasi mata uang kertas. Kalau mengalami penurunan, harganya pun tidak akan bertahan lama.

Hal ini sekarang semakin dipermudah karena investasi emas juga bisa dilakukan dengan modal terjangkau, mulai dari Rp 100 ribu. Investasi emas yang dimaksud di sini adalah membuka tabungan emas. Di tabungan, kamu bisa mulai investasi dengan hanya membeli emas mulai dari 0,01 gram.

3. P2P Lending

P2P Lending merupakan salah satu alternatif investasi terbaru yang cukup terjangkau bagi masyarakat. P2P Lending sendiri merupakan skema pembiayaan yang mempertemukan investor alias pihak yang punya modal, dengan pihak peminjam yang sedang butuh modal.

Sebagai imbal hasilnya, pemberi pinjaman atau umum disebut juga lender berhak mendapatkan bunga pinjaman. Memulainya pun bisa dengan Rp100 ribu saja secara online. Siapa pun dan dimana pun, setiap orang dapat memulai alternatif investasi ini. Karena rendahnya biaya memulai, alternatif investasi ini juga bisa sebagai sarana diversifikasi investor yang sudah berpengalaman.

Karena setiap instrumen investasi memiliki risiko, maka risiko yang akan didapatkan adalah risiko telat bayar hingga gagal bayar. Meskipun demikian, penting bagi pendana untuk memilih dan mengetahui perusahaan P2P Lending yang aman, seperti misalnya yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...