Home Lifestyle ⛾ 10 Skill yang Sangat Dibutuhkan Milenial di Tahun 2020

10 Skill yang Sangat Dibutuhkan Milenial di Tahun 2020

Tahun 2016 lalu, World Economic Forum merilis laporan yang berjudul The Future of Jobs: Employment, Skills and Workforce Strategy for the Fourth Industrial Revolution. Laporan tersebut membahas mengenai strategi dari para HRD dan pengusaha global tentang arti pergeseran saat ini, khususnya untuk pekerjaan, skill, dan proses rekrutmen karyawan di seluruh industri.

Sebelum membahas skill yang harus kita miliki di tahun 2020, mari ketahui terlebih dahulu apa yang disebut dengan Revolusi industri 4.0. Istilah Revolusi Industri 4.0 dikemukakan kepada publik pertama kali oleh Klaus Schwab di World Economic Forum pada 2016 lalu. Secara sederhana Revolusi Industri keempat adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet yang saling mempengaruhi kehidupan manusia. 

Dengan tergantikannya tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kini tenaga robot, dapat mempercepat automasi ekonomi. Namun, hal ini bisa jadi berpengaruh pada terjadinya PHK massal. Apalagi di Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang banyak. Melansir dara McKenzy, ada tujuh profesi yang bertahan di era Revolusi Industri 4.0 yaitu Industri Kreatif, IT, Profesional, Manajer, Pelayanan Kesehatan, Pendidikan, dan Jasa Konstruksi.

Nah, agar tetap bisa bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di Revolusi Industri 4.0 kita perlu mempertajam dan menambah skill baru. Berikut daftar 10 skill yang harus kita miliki di tahun 2020:

Peringkat tiga ke atas, skill yang harus dimiliki oleh setiap pekerja saat ini adalah mampu memecahkan masalah yang kompleks, berpikir kritis, dan kreativitas. Karena cepatnya perkembangan teknologi yang berdampak pada cara kerja, maka setiap pekerja harus lebih kreatif agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Robot dan kecerdasan buatan memang dapat membantu kita mempercepat apa yang kita inginkan akan tetapi robot dan kecerdasan buatan belum memiliki kreativitas seperti manusia. Robot dan kecerdasan buatan juga tidak memiliki kecerdasan emosional. Para pekerja harus bisa menempatkan emosi mereka dalam situasi yang tepat. Kritikan dan masukan dapat membuat pekerja menjadi lebih baik lagi.

Melansir weforum.org, skill negosiasi dan fleksibilitas kognitif mengalami penurunan dibanding tahun 2015 lalu. Pasalnya, kini negosiasi dan fleksibilitas kognitif dapat dilakukan dengan teknologi. Dengan menggunakan data yang tersedia dan algoritma, para pekerja bisa mendapatkan data dengan cepat. Sebuah survei yang dilakukan World Economic Forum’s Global Agenda Council tentang Masa Depan Perangkat Lunak dan Masyarakat menunjukkan bahwa banyak orang mengharapkan mesin kecerdasan buatan bisa menjadi bagian dari Dewan Direksi Perusahaan pada tahun 2026.

Itulah skill yang sangat diperlukan oleh Milenial untuk bekerja. Nah, apa saja skill yang mau kamu tambah dan pertajam?

Eri Tri Anggini
Sobat Rebahan

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan agar...

Perjalanan Hidup Menjadi Single Parent

Perjalanan hidup menjadi single parent, sebagai seorang ayah dari seorang putri, tidak pernah terpikirkan sebelumnya disaat mengikat janji dengan pasangan, selalu terucap...

Semua yang Saya Raih Ini Karena Amartha

“Tolong Amartha dijaga sebaik mungkin agar ibu-ibu lain yang belum bisa bangkit bisa terbantu.” Begitu kata Pariyah saat tim Amartha bertemu di rumahnya, desa Randusari,...