Asiknya Bekerja dan Ciptakan Perubahan Lewat Teknologi, Gimana ya?

Fandika Okdiba saat menerima sertifikat internship program dari Amartha
Fandika Okdiba saat menerima sertifikat internship program dari Amartha

Mungkin kamu segera penasaran, pekerjaan apa sih yang bisa berkontribusi dan membuat sebuah perubahan yang nyata, berdampak pada masyarakat di sekitar kita dan lebih hebatnya lagi mampu menciptakan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia? Nah, cerita ini datang dari seorang karyawan internship program di salah satu perusahaan Startup paling hits di Indonesia yaitu Amartha. Dia  adalah Fandika Okdiba atau yang akrab di panggil Dika. Ia merupakan salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Komputer di Universitas Indonesia. Dika banyak bercerita tentang betapa asiknya bisa bekerja untuk ciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai sila kelima dasar negara kita lewat canggihnya teknologi, keren kan!

Dia mengisahkan, karyawan magang atau internship program di Amartha diperlakukan setara dengan pegawai tetap, sehingga ekspetasi dan tanggung jawabnya pun setara. “Seorang intern akan bergabung dalam satu tim dan ada managernya. Jadi aku terlibat langsung di beberapa proyek dari manager,” ungkapnnya saat bercerita tentang pekerjaannya di Amartha.

Sedangkan, hal terbaik sebagai seorang karyawan magang adalah dapat turut berkontribusi untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ”Berat sih ya kedengerannya…haha, secara masih mahasiswa tapi ternyata pekerjaan yang aku kerjakan punya dampak besar buat lingkungan, khususnya masyarakat prasejahtera yang butuh banyak dorongan biar makin maju.” Ungkap Dika. Continue reading Asiknya Bekerja dan Ciptakan Perubahan Lewat Teknologi, Gimana ya?

Amartha, Harumkan Indonesia di Sankalp Southeast Asia Award 2017

Amartha menjadi juara dalam Sankalp South East Asia Award 2017
Amartha menjadi juara dalam Sankalp South East Asia Award 2017

Pada gelaran tahunan Sankalp Southeast Asia Summit di Hotel Bidakara Jakarta, 19-20 September 2017, Amartha ditetapkan sebagai pemenang Sankalp Southeast Asia Award 2017 setelah menyisihkan lebih dari 200 perusahaan berdampak sosial dari seluruh negara di Asia Tenggara.

Gelaran Sankalp Southeast Asia Summit ini diprakarsai oleh Intellecap Advisory Services dari India. Pertemuan ini mengumpulkan lebih dari 600 delegasi dari seluruh wilayah yang mencakup perusahaan sosial, investor, korporasi, dan pembuat kebijakan untuk memfasilitasi masyarakat dalam pembangunan sektor serta menciptakan kolaborasi.

“Membentuk Pasar untuk Membangun Masyarakat yang Adil” menjadi inti dari gelaran summit ini. Ke depannya masyarakat akan sangat bergantung pada inovasi dan kewiraswastaan. Membangun pasar yang bertujuan untuk menjembatani ketidaksetaraan dengan upaya kolaboratif sangat penting dilakukan.” ujar Investasi Senior Aavishkaar untuk Indonesia, Adi Sudewa, sebagai mitra utama pendanaan summit ini.

Dalam kesempatan yang sama, Sankalp Awards pun digelar. Pada helatan ini, wirausahawan sosial yang memiliki dampak positif di Asia Tenggara diundang untuk mempresentasikan usaha dan kekuatan bisnis, tim, serta potensinya dalam membuat dampak besar bagi masyarakat di depan juri.

Pada pesentasi di depan Grand Juri, yang terdiri dari CEO perusahaan investasi dan para pemimpin lembaga internasional, Amartha yang diwakili oleh Vice President-Aria Widyanto, mengemukakan pentingnya menjangkau dan melibatkan masyarakat lapisan bawah (Bottom of the Pyramid) dalam proses pembangunan dan inklusi keuangan.

amartha_sankalp4

Dalam hal ini, model bisnis Amartha telah membuktikan bahwa dengan teknologi, masyarakat di pedesaan yang tidak terjangkau layanan keuangan pun bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendanaan terjangkau, adil, dan aman dari para pendana urban (investor) melalui platform peer-to-peer lending amartha.com.

Saat ini Amartha telah berhasil menjangkau lebih dari 43,000 mitra usaha mikro perempuan di lebih dari 500 desa di Indonesia. Rata-rata mereka berhasil meningkatkan pendapatan keluarga hingga 41% per tahun melalui pendanaan sektor produktif dan pendampingan yang dilakukan oleh Amartha.

“Sankalp Southeast Asia Summit 2017 mempertemukan para pemangku kepentingan, pelaku bisnis, lembaga nirlaba, lembaga internasional serta pemimpin individual yang memiliki semangat untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan adil”, ungkap Aria Widyanto.

Pada Sankalp Southeast Asia Award tahun ini, empat perusahaan dari Indonesia berhasil maju sebagai finalis 10 besar yaitu Amartha (inklusi keuangan), WeCare.id (kesehatan), Evo Ware (kelautan) dan iGrow (pertanian).

“Melalui forum ini kita bisa membangun network dan berkolaborasi demi  menciptakan impact yang lebih besar bagi masyarakat. Dan penghargaan ini semoga bisa memacu pelaku startup di Indonesia dan Asia untuk bisa memikirkan solusi atas masalah sosial di lingkungan mereka melalui model bisnis yang lebih sustainable” tutup Aria.

Asia tenggara telah mengakui usaha yang dilakukan Amartha dalam mewujudkan inklusi ekonomi. Kini saatnya Anda ikut serta dalam gerakan ini dan mulai melakukan perubahan melalui investasi bernilai lebih di amartha.com . Mari rasakan langsung #UntungnyaTerhubung dengan lebih banyak kebaikan di Indonesia. Bersama untuk Indonesia!

5 Kesalahan Terbesar Saat Menyusun Budget Pernikahan

Kelola Dana Anda untuk Siapkan Pernikahan Idaman
Kelola Dana Anda untuk Siapkan Pernikahan Idaman

Setelah menghadiri banyak pernikahan sebagai tamu, kini saatnya kamu yang berdiri di pelaminan dan menyambut para tamu! Tapi dulu belum terbayang ribetnya mengatur ini itu untuk perayaan sakral ini. Harus mulai dari mana dan apa yang harus dikerjakan?

Sebelum kamu panik dan terjun langsung untuk mencari vendor dan juga mempersiapkan pernikahan, mari duduk tenang, mengatur nafas dan mari melakukan hal pertama yang terpenting : menentukan budget pernikahan. Menentukan budget pernikahan inilah yang berfungsi untuk membatasimu agar tidak over budget, dan membantumu serta pasangan untuk melihat apa saja yang perlu.

Kali ini, kami mendapat insight yang menarik dari thebridedept.com – situs yang didedikasikan khusus untuk membantu para calon pengantin dalam menemukan inspirasi pernikahannya ini merangkum 5 hal yang harus dihindari dalam mengatur keuangan sebelum pernikahan.

Ini dia selengkapnya! Continue reading 5 Kesalahan Terbesar Saat Menyusun Budget Pernikahan

#Smartinvestment | On Buying Expensive Gadgets

Beli Gadget Terbaru Seharga Puluhan Juta Rupiah, atau Kamu Bisa Mulai Siapkan Masa Depan dengan Berinvestasi di Sektor Rill dengan Imbal Hasil Hingga 17,5% p.a.
Beli Gadget Terbaru Seharga Puluhan Juta Rupiah, atau Kamu Bisa Mulai Siapkan Masa Depan dengan Berinvestasi di Sektor Rill dengan Imbal Hasil Hingga 17,5% p.a.

Beberapa hari lalu, sebuah perusahaan smartphone asal negara “Paman Sam” resmi merilis seri terbarunya yang konon akan dibandrol dengan harga 21 Juta Rupiah. Harga yang cukup besar untuk beberapa orang, tapi bisa juga dianggap sah-sah saja terutama untuk mereka yang menyukai smartphone dan hal-hal baru.

Toh tidak salah juga untuk membeli gadget ter-hits saat Anda memang mampu membelinya. Apalagi jika seseorang memiliki beberapa aliran pendapatan yang menghasilkan uang, sehingga pembelian gawai model terbaru hanya mengambil sebagian kecil dari total penghasilan yang Anda dapatkan per bulan.

Secara pribadi, saya menyukai smartphone dan saya juga menyukai yang terbaru. Namun, saya telah belajar melewatkan model terbaru karena merasa fitur atau gadget tersebut tidak dibutuhkan. Saya hanya akan membeli barang yang saya perlukan. I buy stuff consciously.

Orang mungkin mengatakan bahwa conscious buyer seperti saya naif atau bahkan pelit, dan bahwa kita tidak memberikan penghargaan yang cukup atas kerja keras diri sendiri dengan berhemat-hemat.

Itu tidak benar. Continue reading #Smartinvestment | On Buying Expensive Gadgets

Hey Movie Maker Indonesia, Saatnya Unjuk Gigi!

Wadah Kreativitas Filmmaker Muda untuk Menginspirasi Masyarakat Luas Berperan Aktif dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Melalui Investasi
Wadah Kreativitas Filmmaker Muda untuk Menginspirasi Masyarakat Luas Berperan Aktif dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Melalui Investasi

Kapan ya terakhir kali kita nonton film Indonesia yang memiliki sajian luar biasa dan bikin kita tenggelam, terhanyut dengan alur ceritanya yang mendalam?

Laskar Pelangi atau AADC mungkin ada di daftar film yang tak terlupakan untuk kita para penikmat film tanah air. Terbukti, film Laskar Pelangi ini telah ditonton tak kurang dari 4,7 Juta orang, dan menempati posisi ke dua sebagai film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Begitu pula dengan film Ada Apa Dengan Cinta atau yang lebih dikenal dengan sebutan AADC, yang begitu fenomenal hingga merilis sekuel barunya setelah puluhan tahun tayang. Tapi setelah itu, perfilman Indonesia sempat menurun kualitasnya dan saat ini masih terus berusaha bangkit.

Hal ini bukan karena kita kekurangan SDM perfilman loh, karena seperti yang kita tahu, Indonesia punya segudang film maker berbakat, yang pastinya mampu menyuguhkan sajian spektakuler untuk memuaskan dahaga para pencita film dalam negeri. Apalagi dengan perkembangan media sosial yang pesat, mulai bermunculan production house dan sutradara amatir yang kualitasnya gak kalah juga loh! Nah, berangkat dari hal inilah Amartha sebagai pionir layanan fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending untuk usaha mikro, mengadakan kompetisi film pendek bagi sineas muda Indonesia: Amartha Short Movie Festival, dengan mengusung tema besar #UntungnyaTerhubung. Continue reading Hey Movie Maker Indonesia, Saatnya Unjuk Gigi!

Gagal di Ikan Hias, Imas Fokus pada Ikan Air Tawar

Sukses Lewat Bisnis Ternak Ikan, Imas Mampu Jadi Perempuan Mandiri
Sukses Lewat Bisnis Ternak Ikan, Imas Mampu Jadi Perempuan Mandiri

Neng Imas (26 tahun) adalah salah satu mitra Amartha yang awalnya hanya menjalankan rutinitas sebagai ibu rumah tangga biasa. Keinginannya yang besar untuk berwirausaha dan hidup lebih mandiri lah yang mendorongnya mulai menekuni usaha ternak ikan tawar. Kemampuan membudidayakan ikan tawar ini Imas peroleh dari mengamati keseharian suaminya yang bekerja sebagai peternak ikan hias.

Namun, karena banyak warga kampungnya yang juga menekuni usaha ternak ikan hias, usaha ternak ikan hias milik suami Imas pun sering kali harus menghadapi persaingan yang tak jarang menurunkan omzet penjualan.

Berangkat dari hal itu pula Imas ingin mencoba peruntungannya untuk mulai membudidayakan ikan air tawar yang dapat dikonsumsi sehari–hari, selain itu Imas melihat peluang untuk menjual ikan tawar lebih besar dibandingankan ikan hias, karena selain masih terbatasnya jumlah pedagang ikan air tawar di kampungnya, banyaknya warung makan di sekitar tempat Imas menjadi salah satu kesempatan yang coba ia manfaatkan sebaik mungkin.

Tahun 2012 Imas mulai bergabung sebagai mitra Amartha untuk memperoleh pembiayaan modal usahanya. Modal usaha yang Imas peroleh dari Amartha, ia gunakan untuk membeli bibit ikan Lele, Nila dan ikan Mas serta untuk membangun kolam terpal. Namun belum lama beternak ikan tawar, Imas mengalami kegagalan dikarenakan kesalahan metode dalam pembibitan ikan sehingga ia harus merugi jutaan rupiah. Continue reading Gagal di Ikan Hias, Imas Fokus pada Ikan Air Tawar

Lebih Mandiri dari Usaha Warung Kelontong dan Nasi Uduk

Menjadi mitra Fintek. Nia Sukses Jadi Perempuan Mandiri
Menjadi mitra Fintek, Nia Sukses Menjadi Perempuan Mandiri.

Nia (32 tahun) sehari hari menekuni usaha warung kelontong di rumahnya. Setiap hari, sedikit demi sedikit ia kumpulkan uang dari  hasil pendapatan suaminya, yang sehari–hari bekerja sebagai montir las di bengkel. Uang yang disisihkan itu ia jadikan modal usaha  membangun warung kelontong. Meski pendapatannya dari usaha warung kelontong tidak seberapa, namun hal itu tidak pernah membuatnya berputus asa untuk terus menjalankan usahanya.

Sehari-hari Nia mampu memperoleh penghasilan kotor sebesar Rp 300 Ribu dari hasil membuka warung kelontong. Pendapatan dari hasil membuka warung kelontong tersebut hanya mampu mencukupi kebutuhan makan sehari-hari Nia dan keluarga.

Sedangkan untuk kebutuhan sekolah anak semata wayangnya yang duduk di bangku sekolah menengah pertama, Nia lebih mengandalkan pendapatan dari suaminya. Keterbatasan penghasilan keluarga, membuat Nia ingin lebih mengembangkan usahanya agar mampu menambah pundi-pundi penghasilan keluarga.

Menyadari bahwa penghasilannya dari berjualan warung kelontong saja tidaklah cukup untuk menopang kebutuhan hidup keluarga, Nia mencoba peruntungannya kembali dengan memulai usaha nasi uduk. Biasanya sekitar pukul 6 pagi Nia sudah bersiap untuk berjualan nasi uduk di depan rumahnya, sembari melayani pembeli yang terkadang juga ingin membeli beberapa kebutuhan rumah tangga yang ia jual di warungnya.

Berjualan nasi uduk ini membawa Nia mengenal lembaga pembiayaan Amartha. Kurang lebih satu tahun terkahir ini Nia telah bergabung menjadi mitra Amartha. Pembiayaan pertama sebesar Rp 3 Juta, ia gunakan untuk modal usaha berjualan nasi uduk dan menambah barang-barang kelontong yang ia jual di warungnya. Continue reading Lebih Mandiri dari Usaha Warung Kelontong dan Nasi Uduk

Amartha Berikan Akses Kacamata Gratis Untuk Warga Unbanked di Pedesaan

Kacamatajatim_BlogMeningkatkan Produktifitas untuk Mendorong Roda Perekonomian di Desa Melalui Program Pemberian Kaca Mata Gratis.

Jakarta, 7 September – Amartha (PT Amartha Mikro Fintek) pionir layanan fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending untuk usaha mikro, kembali mengadakan kegiatan sosial untuk pelayanan masyarakat unbanked di desa. Kegiatan yang rampung di akhir Agustus ini dikemas dalam bentuk pemeriksaan mata serta pemberian kacamata secara gratis yang diadakan di 2 kota di daerah Jawa Timur yakni Mojokerto dan Blitar.

“80% informasi yang kita dapat setiap hari berasal dari mata. Ketika kesehatan mata terganggu maka seseorang tidak akan dapat beraktifitas dan berproduksi secara maksimal”, ungkap Zakie PR dan Social Impact Manager Amartha yang menjadi project lead dalam kegiatan ini. Masalah penglihatan terutama rabun dekat memang umum ditemui terutama pada mereka yang memasuki usia 40 tahun. Hal ini sering kali membuat masyarakat enggan untuk mengantisipasi permasalahan ini dan menganggapnya sebagai hal yang lumrah. Apalagi untuk masyarakat pedesaan yang cukup sulit untuk mendapatkan akses pemeriksaan mata maupun kacamata baca, mereka lebih memilih untuk berkompromi dengan keterbatasan penglihatan mereka. Continue reading Amartha Berikan Akses Kacamata Gratis Untuk Warga Unbanked di Pedesaan

Amartha dan Jamkrindo Jalin Kerjasama untuk Berikan Keamanan Investasi di Fintech Lending

Amartha

 

Jakarta, 4 September 2017 – Setelah bermitra dengan Bank Mandiri, kali ini Amartha resmi menjalin kerjasama dengan BUMN penjaminan kredit mikro terbesar di Indonesia, Perum Jamkrindo. Jamkrindo merupakan BUMN yang diberikan mandat khusus oleh Pemerintah untuk menjamin kredit dan pembiayaan, serta transaksi finansial khususnya di segmen SME dan mikro, segmen yang menjadi fokus pembiayaan Amartha. Kerjasama ini menjadi strategis, mengingat Amartha merupakan perusahaan teknologi keuangan (fintech) pertama di Indonesia yang bekerjasama dengan perusahaan penjaminan keredit. Selain memberi keamanan lebih bagi investor Amartha, kerjasama ini pun diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik untuk bertransaksi melalui platform peer to peer lending (P2P) di Indonesia.

Bertempat di kantor Jamkrindo, Kamis, 31 Agustus 2017, Amartha yang diwakili oleh Founder & CEO Andi Taufan Garuda Putra, dan Jamkrindo yang diwakili oleh Direktur Bisnis Bakti Prasetyo secara resmi menandatangani dokumen penjaminan kredit yang disalurkan melalui platform P2P amartha.com. Pada kesempatan tersebut, Bakti menyampaikan, “Kerjasama dengan Amartha merupakan peluang yang sangat bagus karena Jamkrindo ingin senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, khususnya teknologi yang dapat memberi manfaat pada masyarakat unbanked.”

Amartha sendiri merupakan satu-satunya platform P2P di Indonesia yang menyalurkan pendanaanya pada masyarakat prasejahtera dan unbanked di pelosok Indonesia, sehingga membantu menciptakan inklusi keuangan dan literasi keuangan. Continue reading Amartha dan Jamkrindo Jalin Kerjasama untuk Berikan Keamanan Investasi di Fintech Lending

7 Cara Menjadi Makin Kreatif untuk Ciptakan Ide Gila

Blog-29-Ags

Think outside the box!” Mungkin banyak dari kamu yang sudah sangat familiar dengan kalimat itu. Berfikir dan menggali banyak ide untuk menjadi makin kreatif, nampak sebuah hal yang sangat sulit bukan? Itulah mengapa banyak pengusaha yang tak jarang merasa kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya, contoh lain saat seorang sutradara yang kesulitan untuk mencari ide segar dan dapat diterima oleh para penontonnya.

Budaya modern memang sering melabeli kreativitas sebagai bakat alami seseorang. Tapi sebenanrya kreativitas itu juga hasil bentukan dan latihan yang panjang, dan setiap orang ternyata punya sisi kreatif masing-masing lho. Nah, mau tahu caranya biar sisi kreatif dalam diri kita bisa digali dengan mudah? Yuk simak tips-tips kilat berikut, agar kamu bisa lekas membangkitkan sisi kreativitasmu untuk ciptakan sebuah ide gila! Continue reading 7 Cara Menjadi Makin Kreatif untuk Ciptakan Ide Gila