Dorong Kemajuan Ekonomi Indonesia, Amartha Salurkan Pembiayaan sampai 100 Miliar

Amartha
Salurkan Pembiayaan Hingga 100M, Amartha Siap Jangkau Lebih Banyak Masyarakat Unbanked di Pelosok Indonesia.

Jakarta, 26 Juli 2016 Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu kunci penggerak ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu berinvestasi untuk mendorong UMKM artinya mendorong kemajuan ekonomi Indonesia. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, perlu ada sebuah teknologi microlending yang menghubungkan antara investor dan para pelaku UMKM.

Berkaitan dengan hal tersebut, Amartha sebagai penyedia jasa layanan Peer-to-peer Lending P2P (pinjam meminjam berbasis teknologi), menyelenggarakan sebuah acara Halal Bihalal dengan tema Teknologi yang Menjangkau Pelosok Nusantara. Selain bertujuan untuk menjalin komunikasi yang erat dengan media, dalam acara ini, Amartha juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi mendorong unbanked people menjadi lebih berdaya melalui semangat inklusivitas.

Dalam Halal Bihalal kali ini, Amartha menghadirkan pembicara yang ahli dibidangnya, antara lain Andi Taufan Garuda Putra (CEO dan Founder Amartha), Eddi Danusaputro (CEO Mandiri Capital Indonesia), dan Dr. Muhammad Cholifihani, SE, MA (BAPPENAS).

Melalui kesempatan tersebut, Eddi Danusaputro, CEO Mandiri Capital Indonesia, menuturkan “Mandiri Capital Indonesia (MCI) senantiasa mendukung pertumbuhan inovasi Fintech melalui kolaborasi portfolio MCI dengan Bank Mandiri. Amartha, sebagai salah satu portfolio MCI diharapkan dapat bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk meningkatkan inklusi keuangan ke seluruh tanah air.”

Amartha yang didirikan oleh seorang alumnus Harvard University, Andi Taufan Garuda Putra pada April 2010, telah mengukuhkan diri sebagai salah satu penyedia platform P2P Lending dengan tingkat Non-Performing loan (NPLs) 0%, dan mengklaim telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 38.000 mitra usaha kecil dan mikro di berbagai pelosok Indonesia, dengan total hingga 100M. Continue reading Dorong Kemajuan Ekonomi Indonesia, Amartha Salurkan Pembiayaan sampai 100 Miliar

Semangat Kerja di Usia Senja, Kini Kana Memiliki Tabungan Hari Tua

Kisah Sukses Ibu Kana
Semangat Kerja di Usia Senja, Kana Berhasil Kumpulkan Tabungan untuk Hari Tua

Siang itu terlihat seorang wanita yang sedang sibuk di dapur rumahnya, memotong sayur, mengaduk adonan, dan menggoreng ia lakukan sendiri. Dengan tubuh yang mulai membungkuk dan kulit yang mulai keriput tidak membuat wanita paruh baya itu hanya berpangku tangan di masa senjanya.

Kana (60 tahun) selalu semangat untuk terus bekerja walaupun kini usianya sudah setengah abad lebih. Bahkan ia terus melebarkan sayapnya dengan berjualan berbagai makanan, membuka warung dan juga menganyam keset. Tak hanya itu, masa tuanya pun sudah ia siapkan matang-matang.

Kana sadar betul bahwa masa tua harus direncanakan dengan matang. Hal tersebut seperti sudah terpatri dalam pikiran Kana, untuk menata masa tuanya dengan baik. Tidak banyak orang yang masih mau dan mampu untuk bekerja di usia yang sudah senja. Namun hal tersebut agaknya tidak berlaku untuk Kana.

Semangat dan kerja kerasnya masih terlihat begitu nyata dan sangat menginspirasi. Saat ini, sebagai seorang janda yang telah lama ditinggalkan oleh suaminya dan menafkahi keluarganya secara mandiri, Kana tidak kenal lelah untuk tetap bekerja demi pundi-pundi rupiah untuk kesejahteraan dirinya.

Kana memiliki cita-cita ingin menunaikan ibadah Haji dan Umroh. “Ya ibuk mah udah nabung-nabung buat Haji, kalau gak bisa ya Umroh juga gak papa. Pokoknya ibu nabung terus buat kedepan, “ tandas Kana dengan penuh semangat dan harapan yag membumbung tinggi untuk harapannya tersebut. Continue reading Semangat Kerja di Usia Senja, Kini Kana Memiliki Tabungan Hari Tua

Compound Investment: Untung Berlipat dan Makin Bermanfaat

Investasi Amartha
Compound Investment: Untung Berlipat dan Makin Bermanfaat

Compound investment adalah kemampuan sebuah aset dalam menghasilkan keuntungan berlipat dengan cara reinvestment (pendanaan ulang). Dengan kata lain compound investment dapat menghasilkan keuntungan investasi yang lebih besar daripada keuntungan investasi sebelumnya.

Sebagai contoh, di awal investasi seorang investor menginvestasikan 150 Juta Rupiah kepada 50 orang mitra usaha Amartha dengan rata-rata pinjaman Rp 3.000.000. Dengan imbal hasil rata-rata 15%, investor tersebut mendapatkan pengembalian per minggu sebesar Rp 3.450.000 selama 50 minggu ke depan. Alih-alih menarik dana pengembalian di setiap minggu, ia memilih untuk melakukan pendanaan ulang kepada mitra usaha lainnya. Dengan melakukan reinvestment, selama dua tahun saja, ia mampu meningkatkan nilai investasinya hingga 300 Juta Rupiah, sehingga bisa mendorong jumlah pelaku usaha mikro hingga 3 kali lipat dengan keuntungan hingga 45.5% (selama masa investasi 2 tahun).

Sejalan dengan alasan kebanyakan orang dalam berinvestasi, seperti melawan inflasi, mendapatkan keuntungan lebih, serta persiapan dana cadangan maka compound investment adalah cara yang paling ampuh untuk menumbuhkan investasi Anda. Compound investment merupakan fitur yang dapat membantu investasi Anda menghasilkan keuntungan yang berlipat. Untuk mencapai hal tersebut, sebagi investor Anda hanya perlu melakukan reinvestment dan memperpanjang waktu berinvestasi. Semakin lama waktu investasi Anda, semakin besar dana yang dapat terus Anda putar.

Mengapa Anda perlu melakukan compound investment? Continue reading Compound Investment: Untung Berlipat dan Makin Bermanfaat

Amartha Bentangkan 1 KM Sajadah untuk Masyarakat Pelosok Indonesia.

Amartha 1 KM Sajadah
Donasi 1 KM Sajadah untuk Masyarakat Pelosok Pedesaan

Jakarta, 19 Juli 2017 —Amartha, perusahaan teknologi finansial penyedia layanan peer-to-peer lending untuk pengusaha mikro, menginisiasi program 1 KM Sajadah yang berlangsung selama 30 hari di bulan Ramadhan lalu. Amartha mengumpulkan donasi melalui penggalangan dana online di website amartha.com dan platform donasi Kitabisa. Bersama para investor Amartha dan kontribusi masyarakat luas, program ini mengumpulkan total dana 69 Juta Rupiah — setara dengan 1,115 Meter Sajadah. Hasil donasi didistribusikan kepada masjid dan musholla di berbagai pelosok pedesaan Indonesia.

Rumah ibadah menjadi salah satu pusat aktivitas penduduk yang hidup di pelosok Indonesia. Dari para peminjamnya, Amartha melihat bahwa menyamankan rumah ibadah tidak hanya berdampak pada kenyamanan beribadah, namun juga mampu merekatkan kerjasama dan kolaborasi di masyarakat. “Kalau masyarakatnya makin guyub, diharapkan semangat gotong royongnya jadi semakin baik. Tiap anggota masyarakat jadi tahu siapa dari sesamanya yang perlu dibantu.” Ungkap Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan Founder Amartha. Continue reading Amartha Bentangkan 1 KM Sajadah untuk Masyarakat Pelosok Indonesia.

7 Tahun Hadir untuk Negeri, Ini Dia Transformasi Amartha dari Koperasi Menjadi Fintek

Hari Koperasi Nasional
Transformasi Amartha dari Microfinance ke Fintek

Amartha (PT Amartha Mikro Fintek) adalah penyelenggara layanan Peer-to-Peer (P2P) Lending sebagai marketplace yang menghubungkan investor untuk dapat menemukan peluang investasi pada pembiayaan usaha mikro dan kecil (UMKM) di Indonesia.

Didirikan oleh seorang alumnus Harvard University, Andi Taufan Garuda Putra pada April 2010 yang lalu, Amartha telah mengukuhkan diri sebagai salah satu penyedia produk investasi unggulan dengan NPLs 0% dan mengklaim telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 36000 anggota dengan total dana tersalurkan sebesar 92 Miliar Rupiah, selama kurang lebih 7 tahun ini. Selain itu, Amartha juga telah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK dengan nomor regristrasi S-2491/NB.111/2017, sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Namun tahukah Anda? Dibalik keberhasilan yang telah diraih oleh Amartha saat ini, ada sebuah cerita manis tentang perjuangan kami membangun Amartha, yang dulunya adalah sebuah microfinance menjadi perusahaan financial technology seperti sekarang. Continue reading 7 Tahun Hadir untuk Negeri, Ini Dia Transformasi Amartha dari Koperasi Menjadi Fintek

Nariah berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga, Berkat Dorongan Fintech

Kisah sukses mitra amartha
Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga dengan Bergabung Bersama Fintek

Nariah (39 tahun) mulai bergabung dengan Amartha sejak 2014 yang lalu dengan pinjaman sebesar 1 Juta Rupiah. Dana pinjaman pertama yang Nariah dapatkan dari tersebut seluruhnya ia gunakan untuk mengembangkan usaha warung miliknya.

Awalnya, warung milik Nariah hanya menjual aneka jajanan kecil dan aneka es saja. Hal tersebut karena terkendala masalah modal untuk membeli bahan baku ataupun ragam komoditas lain yang ingin ia jual. Setelah mendapatkan pembiayaan, Nariah lantas mengembangkan usaha warungnya dengan produk yang semakin bervariasi.

Selain itu, Nariah juga telah membeli dua ekor kambing untuk diternakkan, setelah mendapatkan pembiayaan di tahun kedua sebesar tiga juta rupiah. Suntikan modal dari Amartha telah ia manfaatkan sebaiknya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kambing yang dibelinya pun telah berkembang biak dan makin banyak jumlahnya. Setiap tiga sampai empat bulan sekali, kambing tersebut ia jual di pasar Parung, Bogor. Keuntungan yang didapat pun bisa dibilang cukup besar, sekitar Rp 800 Ribu hingga Rp 1,5 Juta Rupiah per ekor. Continue reading Nariah berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga, Berkat Dorongan Fintech

Investasi Syariah di Amartha, Bagi Hasil Bagi Rugi, Hindari Riba

Amartha
Pilihan Investasi Syariah, Solusi Hindari Riba

Salah satu bentuk investasi yang saat ini sedang hangat dibicarakan banyak orang ialah investasi syariah. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk dapat menjadi pusat bagi perkembangan produk investasi berbasis syariah, baik di tingkat global maupun regional. Hingga akhir 2015 lalu, pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan non-syariah. Dilihat dari sisi produk, jumlah saham syariah tercatat 318 saham atau 62% dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia. Sedangkan jumlah saham non syariah sendiri hanya sebesar 38%. Ini menunjukkan berkembangnya minat pasar terhadap investasi berbasis syariah.

Investasi syariah merupakan pilihan yang tepat jika Anda adalah ingin berinvestasi dengan prinsip bagi hasil dan bagi rugi serta tidak berurusan dengan riba. Transaksi investasi tersebut didasari dengan prinsip bahwa setiap aqad pembiayaan bukan transaksi perdagangan uang melainkan transaksi pembelian aset atau pembayaran jasa dengan tujuan transaksi yang transparan, adil, dan bertanggung jawab.

Secara umum produk investasi syariah ini sama dengan investasi konvensional yang telah dikenal oleh masyarakat luas. Namun ada beberapa prinsip syariah yang membedakan produk investasi ini dengan produk investasi konvensional lain, Amartha contohnya. Produk investasi syariah di Amartha bertujuan menjembatani akses permodalan untuk masyarakat pedesaan yang tidak terjangkau layanan perbankan atau dapat disebut social financing.

Transaksi syariah yang diterapkan oleh Amartha sebagaimana dimaksud, tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, zalim, risywah, barang haram dan maksiat. Prinsip pembiayaan berbasis syariah di Amartha sendiri menerapkan berbagai aturan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No: 7/46/PBI/2005 terutama mengenai Penyaluran Dana dengan Prinsip Syariah. Prinsip pembiayaan berbasis syariah di Amartha antara lain: Continue reading Investasi Syariah di Amartha, Bagi Hasil Bagi Rugi, Hindari Riba

My First Property: Kolaborasi Amartha, Urbanindo, dan TMP Accounting

Tips Miliki Rumah Idaman Segera
Menguatkan Masyarakat Muda Ibukota dalam Memiliki Rumah Tinggal

Jakarta, 29 Mei 2017Amartha, perusahaan teknologi finansial penyedia layanan peer-to-peer untuk pengusaha mikro, mengadakan kolaborasi dengan UrbanIndo, situs jual-beli properti terlengkap di Indonesia, serta TMP Accounting, sebuah perusahaan jasa yang bergerak di bidang akuntansi, pembukuan, pajak, dan bisnis. Kolaborasi ini berjudul My First Property, the Do’s and Don’ts — berbentuk kelas edukatif untuk kaum muda, khususnya yang tinggal di Jakarta, agar memiliki kemampuan untuk menikmati rumah tinggal.

Amartha, menginisiasi sebuah gerakan belajar bersama ini sejak Maret 2017 lalu. Kegiatan ini diselenggarakan rutin sebulan sekali di hari Sabtu, diberi judul A Morning Coffee Session (AMCS). AMCS merupakan bentuk kontribusi pada masyarakat untuk menyediakan sarana diskusi dan tukar pikiran — terutama untuk kaum millennials, mengenai berbagai topik menarik yang berkaitan dengan pengaturan keuangan.

Tujuannya adalah agar anak muda Indonesia, khususnya yang tinggal di ibukota lebih melek finansial. Mungkin dulu di sekolah belajar akuntansi, bedanya, di AMCS ini ilmu keuangannya bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari”, ungkap Andi Taufan Garuda Putra, CEO Amartha. Continue reading My First Property: Kolaborasi Amartha, Urbanindo, dan TMP Accounting

Model Literasi Keuangan Modern Sebagai Solusi Untuk Perekonomian Indonesia Masa Depan

Investasi Online
Literasi Keuangan Modern, Solusi untuk Perekonomian Indonesia Masa Depan.

Masuk dalam jajaran negara terpadat di dunia, menjadikan Indonesia masih terbelenggu dengan kesejahteraan yang tidak merata dan bahkan tergolong rendah. Hal ini sejalan dengan data dari World Bank 2014, yang menyatakan bahwa 21 juta rakyat Indonesia hidup dengan pendapatan per hari dibawah Rp 25.000,- (US$ 1.90). Sedangkan masih terdapat 92,7 juta rakyat Indonesia yang hidup dengan pendapatan per hari diawah Rp 41.000,- (US$ 3.10). Angka tersebut menempatkan negara ini pada angka jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan nasional sebesar 11.3%.

Selama beberapa tahun belakangan ini, pemerintah serta sektor swasta telah mencoba untuk saling bersinergi, mengurangi angka kemiskinan di negara kita. Hal tersebut ditempuh dengan beberapa strategi, dimana salah satunya adalah dengan memberikan akses pembiayaan non-bank kepada masyarakat ekonomi kecil.

Akses pembiayaan ini yang kemudian diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan pada daerah-daerah terpencil. Pada tahun 2010, Amartha telah mencoba untuk turut serta dalam melakukan pembangunan ekonomi pedesaan, dengan memulai menyalurkan pembiayaan produktif melalui microfinance di daerah Bogor, Jawa Barat.

Setelah 5 tahun berjalan dengan model pembiayaan tradisional, Amartha bertransformasi menjadi perusahaan Fintech (Financial Technologi), yaitu perusahaan yang menggunakan perkembangan teknologi dan inovasi dengan sumber daya yang tersedia, untuk dapat bersaing dalam pasar lembaga keuangan tradisional dalam penyampaian jasa keuangan. Dengan model sepeti ini, Amartha dapat secara efisien dan praktis, dalam menyampaikan pembiayaan kepada masyarakat. Continue reading Model Literasi Keuangan Modern Sebagai Solusi Untuk Perekonomian Indonesia Masa Depan

Dari Rumah Bilik Menjadi Permanen, Buah Kerja Keras Juanah Jualan Gorengan Keliling

Amartha
Tekun Kembangkan Usaha Gorengan, Juanah sukses bangun Rumah Impian

Juanah (48 tahun) merupakan anggota dari Amartha yang telah bergabung bersama Amartha selama 6 tahun. Kala itu sekitar tahun 2010, Juanah memulai pinjamannya sebesar 500 Ribu rupiah. Dana pinjaman tersebut ia gunakan sebagai tambahan modal untuk berjualan aneka gorengan.

Setelah mendapatkan pinjaman dana dari Amartha untuk pertama kalinya, Juanah lantas berfikir untuk melebarkan sayapnya dengan berjualan aneka makanan berat, seperti lontong sayur dan nasi uduk.

Setiap hari, Juanah berkeliling di sekitar desanya untuk menjajakan gorengan dan aneka makanan dari pukul 12.00 hingga pukul 14.00 WIB. Namun kini tubuh Juanah tidak sekuat dulu. Keriput telah menghiasai wajah dan lehernya, namun usianya yang mulai menua itu tidak mengurangi semangat Juanah untuk terus berjualan.

Melalui jeri payah dan tetes keringatnya setiap hari, Juanah kini telah lebih mandiri dan sejahtera. Sebelum bergabung dengan Amartha, Juanah hanya mampu menyekolahkan ketiga anaknya hingga sekolah menengah pertama (SMP), namun setelah bergabung dengan Amartha, Juanah mampu menyekolahkan anak bungsunya hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA). Ketiga anaknya yang lain juga telah mandiri dan bekerja.

Saya bersyukur, usaha makin berkembang jadi pemasukan bertambah. Saya bisa nabung untuk sekolah anak. Alhamdulillah anak ketiga saya bisa sekolah SMA sekarang.” Ujarnya dengan bangga.

Setiap hari, omzet yang ia dapatkan mencapai 350 ribu Rupiah dari hasil berjualan gorengan dan lontong, hal ini berarti dalam satu bulan ia mampu meraup penghasilan kotor hingga 9,8 juta Rupiah. Continue reading Dari Rumah Bilik Menjadi Permanen, Buah Kerja Keras Juanah Jualan Gorengan Keliling