Gaya Hidup Smart bagi Millennials, Apa Saja ?

Amartha Millennials
Gaya Hiudp Masa Kini untuk Millennials

Siapa yang tak tahu tentang Millennials? Mereka adalah generasi yang lahir antara tahun 1980-an hingga 2000. Maka dalam hal ini, generasi Millennials adalah generasi yang saat ini berusia dikisaran 15-34 tahun.

Generasi Millennials di Indonesia merupakan aset masa depan, mengapa? Pada tahun 2030 nanti, sebesar 70% dari usia produktif negeri ini mayoritas akan diisi oleh generasi Millennials. Tak heran, sudah terasa berbagai hal yang berhubungan dengan kemajuan zaman beserta teknologi, semakin bertebaran dalam semua aspek kehidupan.

Kita semua tahu, bahwa generasi Millennials sendiri identik dengan teknologi. Hal ini sejalan dengan survey yang pernah dilakukan oleh Pew Research Center, bahwa Millennials lebih fasih dalam hal teknologi dibandingkan dengan orangtua mereka, sehingga banyak hal yang mereka integrasikan dengan kemajuan teknologi. Fakta unik lain yang dimiliki oleh Millennials ialah, 90% dari mereka menggunakan internet, dan lebih banyak menghabiskan waktu pada teknologi.

Namun, dibalik kemajuan yang melekat pada generasi gen Y ini, ada beberapa hal pening yang harus diperhatikan oleh mereka, yang tentunya berkaitan dengan kelangsungan hidup mereka di masa yang akan datang dan juga untuk lingkungan. Lalu apa saja yang harus mereka persiapkan untuk menghadapi dunia yang semakin berkembang pesat dengan bubuhan teknologi dalam berbagai hal? Simak tips nya di bawah ini yuk Millennials . Continue reading Gaya Hidup Smart bagi Millennials, Apa Saja ?

Berhasil Merenovasi Rumah, Sani Terus Kembangkan Usaha Rias Pengantin dan Wedding Organizer Miliknya

Amartha Success Stories
Berhasil Merenovasi Rumah, Sani Terus Kembangkan Usaha Rias Pengantin dan WO Miliknya

Senyum selalu mengembang mewarnai hangatnya pertemuan bersama Ibu Sani Haula (44 tahun) pagi ini. Bu Sani telah bergabung sebagai Mitra Amartha selama lima tahun. Ia adalah salah satu sosok mitra yang telah sukses mengembangkan usahanya; rias pengantin dan wedding organizer (WO) di Desa Tegal, Kecamatan Ciseeng, Bogor.

Usaha rias pengantin ini telah ia rintis sejak tahun 1999 yang lalu. Dahulu, dengan modal yang minim, usahanya mengalami stagnansi karena peralatan yang ia miliki sangat terbatas. Setelah mendapatkan pembiayaan selama 5 kali di Amartha, usahanya pun semakin berkembang. Ia telah berhasil membeli berbagai kelengkapan untuk meningkatkan bisnisnya.

Mulai dari hiasan pengantin, perlengkapan make up yang lebih baik, bahkan mesin jahit untuk membuat baju. Bu Sani juga melengkapi layanannya dengan jasa dekorasi seperti bunga, yang bisa ia disewakan. Sehingga dari laba 1,5juta per bulan, kini ia bisa laba bersih sebesar 6 juta rupiah.

Ya Alhamdulillah sekarang sudah makin dikenal. Karena saya ya kalau pelanggan sudah percaya sama saya, pasti saya beri yang terbaik. Biar nanti bisa balik lagi dia kalau punya hajat,” tutur Sani menceritakan pengalamannya mengembangkan usaha rias pengantinnya. Continue reading Berhasil Merenovasi Rumah, Sani Terus Kembangkan Usaha Rias Pengantin dan Wedding Organizer Miliknya

Cukupi Kebutuhan Sehari-hari, Menabung, dan Berinvestasi, hanya dengan 3 Juta Rupiah, Mungkinkah?

Amartha Investasi
3 Juta untuk Cukupi Kebutuhan Sehari-hari , Menabung dan Investasi

Pendapatan Anda 3 juta rupiah setiap bulannya? Punya banyak keinginan dan kebutuhan setiap bulannya? Bagaimana caranya agar Anda dapat mengatur keuangan agar selalu tercukupkan,  bahkan berlebih sehingga bisa menabung dan bahkan berinvestasi?

Semakin tingginya kebutuhan hidup membuat banyak orang berlomba – lomba mencari pendapatan tambahan. Tahukah Anda? Menurut riset yang diadakan oleh TD Ameritrade, salah satu perusahaan dana pensiun, kepada 1000 responden usia 18 hingga 35 tahun, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia cenderung memiliki gaya hidup boros, khususnya kaum pria berusia 20 an dan 30 an, yang menikmati buang-buang uang untuk barang konsumtif ketimbang menabung dan mempersiapkan masa depan.

Namun, bila Anda lebih cermat dan berhemat, dengan gaji 3 juta rupiah, Anda dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan berinvestasi.

Bagaimana caranya? Simak dan ikuti 3 tips berikut, agar keuangan Anda tetap aman dan bisa menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi. Continue reading Cukupi Kebutuhan Sehari-hari, Menabung, dan Berinvestasi, hanya dengan 3 Juta Rupiah, Mungkinkah?

Investasi Online di Platform Peer to Peer Lending, Apa Keuntungannya?

Amartha
Kini Investasi Lebih Mudah Secara Online dengan Platform Peer to Peer Lending

Kegiatan investasi kini tengah banyak dilirik oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena investasi merupakan salah satu jalan untuk memperoleh penghasilan tambahan dan sarana yang baik untuk menyiapkan tabungan masa depan.

Namun, masih banyak dari kita yang merasa bingung dan ragu untuk memilih produk investasi yang tepat. Selain pertimbangan profit, kita juga perlu mencermati jenis-jenis investasi agar sesuai dengan profil risiko kita. Sehingga dana kita tetap aman, tumbuh, dan tidak terbuang sia – sia.

Salah satu pilihan produk investasi yang sedang hangat dibicarakan adalah investasi dengan konsep Peer-To-Peer Lending.

Investasi dengan konsep ini merupakan praktek membiayaan kepada individu atau bisnis, dari perseorangan. Konsep ini banyak dilakukan melalui platform online, sehingga pemberi dana dan penerima pembiayaan dapat terkoneksi dengan mudah.

Dengan pendekatan teknologi, investasi berkonsep Peer-To-Peer Lending ini dapat berjalan dengan overhead yang lebih rendah dan memberikan pelayanan yang lebih murah daripada lembaga keuangan tradisional. Akibatnya, pemberi pinjaman akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk investasi konvensional perbankan, dan penerima dana dapat menerima suntikan modal dengan bunga yang lebih rendah.

Ada banyak alasan mengapa Peer-To-Peer Lending patut Anda pertimbangkan sebagai salah satu pilihan investasi. Misalnya return of investment yang menarik. Pada Amartha.com misalnya, profit Anda dapat mencapai angka 19% per tahun.
Continue reading Investasi Online di Platform Peer to Peer Lending, Apa Keuntungannya?

A Team Story : Memenangkan Pelanggan, dengan Pelayanan Sepenuh Hati.

dede cover
Dede Kurnia, Investor Relation Amartha berbagi cerita tentang 5 hal paling penting dalam memenangkan hati audience.

Perkenalkan, salah satu anggota keluarga Amartha yang selalu riang, Dede Kurnia (27 tahun). Dede  telah bergabung di Amartha sejak 2016 yang lalu.

Dede yang sehari-hari bertugas sebagai Investor Relation Amartha adalah sosok di belakang pelayanan chat, phone call, maupun email Amartha. Dede selalu sigap untuk mengakomodir kebutuhan, keinginan, dan harapan para investor, agar pelayanan Amartha selalu sesuai dengan ekspektasi Investor.

Setiap harinya, Dede dan team-nya berkomunikasi dengan investor Amartha lewat berbagai media, mulai dari Whatapp, Telepon, SMS, Email, Live Chat, maupun akun Sosial Media Facebook, Twitter, maupun Instagram. Terlepas dari banyaknya channel yang ada, Dede selalu melayani pertanyaan maupun masukkan dari para investor dengan senang hati.

Saya senang bisa berkomunikasi dengan para investor, membantu mereka dalam menemukan jawaban dan mencari titik terang dari pertanyaan-pertanyaan dan kebingungan mereka, sehingga investor bisa merasa nyaman dalam berinvestasi di Amartha.”, ungkap Dede penuh keceriaan.

Pada dasarnya, investor yang menghubungi Amartha membawa 3 hal, yang pertama adalah pertanyaan, kedua adalah masalah, dan ketiga adalah saran. Continue reading A Team Story : Memenangkan Pelanggan, dengan Pelayanan Sepenuh Hati.

Mantap Menjadi Agen Kredit Perlengkapan Rumah Tangga, Isnawati Berhasil Merenovasi Rumahnya

Amartha
Berhasil Kembangkan Usaha, Isnawati Lakukan Renovasi Rumah Miliknya

Isnawati (29 tahun) merupakan salah satu mitra Amartha yang telah bergabung sejak dua tahun yang lalu. Mulai dari pembiayaan sebesar satu juta rupiah, lantas ia gunakan untuk memulai usaha berjualan telur. Usaha ini ia mulai sepenuhnya dengan modal dari Amartha.

Setiap hari Isnawati berkeliling di kampung sekitar tempatnya tinggal, yaitu di Desa Cibeteung, Kecamatan Ciseeng, Parung Bogor.

Namun keberuntungan sedang tidak berpihak pada dirinya. Usaha ini  tidak berjalan lancar dan hanya bertahan selama beberapa bulan saja, hal tersebut karena Isnawati sedang hamil tua saat itu, ia merasa tidak kuat untuk membeli stok telur di pasar dan berkeliling menjual telur-telurnya. Continue reading Mantap Menjadi Agen Kredit Perlengkapan Rumah Tangga, Isnawati Berhasil Merenovasi Rumahnya

A(Amartha) Morning Coffee Session: KELILING DUNIA, KANTONG TETAP CERIA #smartliving #smarttraveling

Amartha_smarttravelling 2
#smartliving #smarttraveling #smartinvestment

Kita semua suka jalan-jalan!
Dalam atau luar negeri, antar kota atau pulau,
ke mana saja, travelling is always a good idea! Selain melepas penat dari aktifitas sehari-hari,
social media kita juga semakin hitz dengan foto-foto cantik dari tempat yang kita kunjungi.

Tapi dengan semakin berkembangnya jaman, kebutuhan dan keinginan kita juga semakin banyak. Ingin travelling, tapi ingin punya tabungan juga. Ingin financially secure, tapi butuh hiburan juga nih. Bagaimana ya caranya mengatur keuangan secara pintar, sehingga kita bisa terus melakukan apa yang kita suka-seperti travelling, kini dan nanti?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Amartha mengundang dua orang inspiratif pada sesi A(Amartha) Morning Coffee di tanggal11 Maret 2017 lalu. Pertama di Amartha, kami mengadakan sesi ngopi santai sambil berbincang dengan seorang

travel enthusiast – Febrian, pemilik blog ceritafebrian.com dan akun Instagram @_febrian, serta Financial Planner dari TMPcorp.co.id, Adhitya Satriyadi, dan acara ini terbuka untuk umum.

Sesi pertama di acara A Morning Coffee ini diisi oleh Febrian.

Host dari Program Jurnal Indonesia Kaya ini memang melakukan kegiatan jalan-jalan dengan sangat serius. Dengan pembawaannya yang humoris, Febrian menceritakan pengalamannya dalam menjelajah berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Continue reading A(Amartha) Morning Coffee Session: KELILING DUNIA, KANTONG TETAP CERIA #smartliving #smarttraveling

Berawal dari Coba-Coba, Mariah Mantap Kembangkan Usaha Rumahan

ibu mariah _KESETMencoba untuk memulai usaha tidak melulu harus memiliki pengalaman yang sempurna, Mariah contohnya. Ia (40 tahun) memulai usaha membuat keset sejak tahun 2009. Usaha membuat keset ini ia mulai dengan hanya “coba-coba” mengikuti tetangganya yang juga membuat keset.

Mariah tak ragu untuk berguru dan melatih ketrampilannya dari tetangganya tersebut. Setelah ia mahir, ia beranikan diri untuk memulai usahanya secara mandiri. Langkah yang ia ambil kala itu termasuk suatu hal yang berani, mengingat hal tersebut merupakan pengalaman pertamanya untuk memulai usaha.

Bulan demi bulan tahun demi tahun usaha yang ia rintis mulai menampakkan hasil.  Keset buatannya telah memiliki pasar tersendiri, selain ia jual di lingkungan rumahnya, Ibu Mertuanya pun turut memasarkan keset buatannya.

Ia juga menjual kepada pengumpul untu dijual lagi di wilayah Bogor dan sekitar. Dari hasil tersebut Mariah mampu menambah pemasukan bagi keluarga. Continue reading Berawal dari Coba-Coba, Mariah Mantap Kembangkan Usaha Rumahan

Berawal dari Sepuluh Rupiah, Etik Sukses Menyekolahkan Buah Hatinya ke Bangku Kuliah

ibu etik_jualgorenganMemulai usaha sejak tahun 1977, Etik (52 tahun) memilih untuk berdagang. Awalnya ia merintis usaha berdagang sayuran dan buah-buahan. Ia berjualan dengan cara berkeliling di sekitar lingkungan desanya.

Tidak lebih dari satu tahun ia jalankan usaha tersebut, ia merasa lelah dikarenakan keadaan jalan di daerahnya sangat terjal dan juga ditambah beban sayuran dan buah-buahan yang cukup berat.

Sepuluh rupiah kala itu ia jadikan sebagai modal untuk memulai usaha baru yaitu berjualan aneka gorengan. Tempe goreng, tahu goreng, aci dan bakwan adalah jenis-jenis gorengan yang biasa ia jual kala itu.

Hingga saat ini usahanya sudah semakin berkembang. Dengan tambahan modal dari Amartha sebesar 500 ribu rupiah Etik mampu membesarkan usahanya. Makanan yang ia jual juga semakin bervariasi, mulai dari gorengan, lontong, gado-gado, ketoprak dan juga aneka kue kecil.

Modal setiap hari yang ia gunakan untuk membeli bahan baku dagangannya dan untuk mengupah tiga karyawaan yang ia pekerjakan adalah Rp 350 ribu rupiah, kemudian omzet yang ia dapatkan rata-rata adalah Rp 600 ribu rupiah setiap harinya, dari seluruh makanan yang ia jual.

Hal tersebut berarti, dalam satu hari ia mampu memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 250 ribu rupiah setelah dipotong modal awal.

Sehingga dalam satu bulan ia mengantongi laba bersih Rp 7.5 juta. Omzet tersebut bisa naik dua kali lipat pada saat bulan Ramadhan tiba, mengingat banyak orang yang memburu makanan dan juga gorengan untu dijadikan takjil. Continue reading Berawal dari Sepuluh Rupiah, Etik Sukses Menyekolahkan Buah Hatinya ke Bangku Kuliah

Mandiri Capital Indonesia Danai Peer-to-peer Lending Amartha untuk Kembangkan Pelaku Usaha Mikro Unbanked

Mandiri Capital Indonesia Resmi Danai Peer-to-peer Lending Amartha
Mandiri Capital Indonesia Resmi Danai Peer-to-peer Lending Amartha

PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), perusahaan modal ventura unit usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), memimpin konsorsium pendanaan untuk Peer-to-peer Lending Amartha, bisnis rintisan (startup) dalam bidang jasa keuangan berbasis teknologi informasi (financial technology/Fintech). Pendanaan dilakukan bersama Lynx Asia Partners, Beenext, dan Midplaza Holding.

Direktur Utama Mandiri Capital,  Eddi Danusaputro, mengatakan model bisnis Amartha menjadi alasan mengucurkan dana. Pasalnya, Amartha menyediakan fasilitas pinjaman kepada pelaku usaha mikro yang masuk dalam kategori masyarakat unbanked di Indonesia.

Menurut Bank Indonesia, masyarakat unbanked adalah mereka yang tidak atau belum pernah memanfaatkan fasilitas layanan perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Dari data World Bank Global Findex tahun 2014, 64% penduduk dewasa Indonesia tidak memiliki rekening bank, jauh di bawah rata-rata global sebesar 38%.

Dalam hal ini, visi Amartha adalah menghubungkan para pengusaha mikro unbanked yang memerlukan modal kerja sekitar 3 juta Rupiah dengan para investor yang ingin berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan, sekaligus menciptakan dampak sosial. Continue reading Mandiri Capital Indonesia Danai Peer-to-peer Lending Amartha untuk Kembangkan Pelaku Usaha Mikro Unbanked