Bermodal Gigih dan Semangat, 3 Ibu Desa ini Berhasil Meraih Kesuksesan di Usia 30an

Indonesia merupakan negara kesatuan yang terdiri dari 34 propinsi, 98 Kota, 410 kabupaten, serta tak kurang dari 6.700 kecamatan. Secara struktur, kelurahan dan desa berada di lapisan pertama perangkat kepemerintahan kita. Berdasarkan data Desa/Keluarahan dalam Peraturan Kepala BPS Nomor 66 Tahun 2016 Indonesia saat ini memiliki 82.038 Desa. Berdasarkan sensus penduduk di tahun 2016, jumlah penduduk di desa mencapai 800juta jiwa dengan 86% nya adalah perempuan.

Pedesaan memberikan sumbangsih yang sangat besar terutama bagi ketersediaan pangan dan perekonomian Indonesia, melalui kegiatan pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, dan perdagangan. Dengan tingginya angka penduduk perempuan di pedesaan, kita bisa melihat pentingnya peran perempuan di pedesaan. Bahwa kehadiran mereka turut memberi kontribusi untuk pembangunan, khususnya melalui program kesehatan masyarakat, serta pendidikan di pedesaan. Namun peran dan kontribusi perempuan dalam kehidupan keseharian di desa belum sepenuhnya disertai dengan pemberdayaan perempuan dalam pengambilan keputusan. Tidak sedikit perempuan pedesaan yang terlemahkan karena keadaan.

Namun tidak demikian dengan ketiga ibu yang tinggal di 3 desa Kabupaten Bogor ini. Mereka adalah Ibu Onih pengusaha keset (39) , ibu Fitri (36) pengusaha konveksi, dan ibu Apsiah (32) peternak cupang.

Ibu Onih

Ibu dua anak ini memulai usahanya dalam bidang budidaya lele. Usaha tersebut sayangnya menuai kegagalan. Namun Ibu Onih tidak patah semangat. Ia bangkit dan mencari peluang lain yang membutuhkan modal usaha yang lebih kecil, “Waktu itu modal saya abis, saya muter-muter cari ide, apa ya yang bisa dibikin dengan modal kecil. Akhirnya saya mutusin untuk mulai nganyam keset,” cerita Ibu Onih ketika ditanya bagaimana ia memulai bisnisnya.

Keset dari bahan baku kain sisa konveksi
Keset dari bahan baku kain sisa konveksi

Bahan baku dari keset buatan Ibu Onih adalah kain sisa konveksi yang dipotong memanjang. Kain tersebut kemudian dianyam dan dipadu padankan dengan beberapa warna sehingga jadilah keset ukuran 90×40 cm yang ia jual dengan harga Rp 7.500-10.000.
Usaha tersebut berjalan selama beberapa sampai ia dihadapkan kembali dengan tantangan yang baru yaitu permodalan. Akses permodalan di pedesaan memang sangat minim. Beruntung di tahun 2012 ia bertemu dengan PT Amartha Mikro Fintek yang memberikan layanan permodalan berprinsip syariah. Ia mengajukan pinjaman sebesar Rp 500.000 yang ia gunakan untuk menambah modal usahanya.

Mampu mengelola uang dengan bijaksana
Ibu Onih sadar betul bahwa uang harus dikelola dengan baik, ia mengalokasikan danannya untuk simpanan, kesehatan, juga cadangan usaha. Dengan pengaturan keuangan yang bijak ini jugalah usahanya semakin meningkat sampai hari ini mampu mempekerjakan 7 orang, dan bisa memenuhi perminaaan sampai 90 keset perminggunya. Lebih dari itu, kehidupan Ibu Onih dan keluarganya pun meningkat.

Ibu Fitri

Lain halnya dengan Ibu Fitri. Ibu satu ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memulai sendiri usahanya. Ia memulai langkahnya dengan meminjam modal Rp 500.000 dari layanan pinjaman PT Amartha Mikro Fintek. Modal tersebut ia gunakan untuk membeli mesin jahit bekas dari mantan atasannya. Sejak saat itu, Ibu Fitri mantap untuk memulai usahanya sebagai Tukang Jahit.

Otak bisnis yang cerdas
Ibu Fitri begitu cerdas dalam membangun usahanya. Bagaimana tidak, pada awal usahanya ini, ia tidak langsung lantas jumawa dengan prestasinya memulai usaha. Ia terus berusaha mengasah kemampuan dan kapasitas produksinya. Di tahun-tahun berikutnya, Ibu fitri fokus menambah mesin untuk workshop miliknya. Sementara di tahun berikutnya, Ia membuka kursus jahit untuk warga sekitar, yang kemudian menjadi karyawan atau partner usahanya.

Cerdas melihat peluang, cerdas mengelola uang
Cerdas melihat peluang, cerdas mengelola uang

Hingga saat ini memiliki 10 mesin jahit yang mampu memproduksi pesanan lebih dari tiga online shop. Tidak berhenti di usaha konveksi, Ibu Fitri juga mengembangkan usaha warung dan jual pulsa. Sehingga tak heran jika kini ibu Fitri sudah memiliki 7 karyawan dan lebih dari 200 murid kursus, juga berhasil bermitra dengan perusahaan distributor yang mengantar produknya ke Malaysia dan Somalia.

Ibu Apsiah

“Saya teh gamau ngerepotin orang tua lagi, makannya mikir buka usaha apa ya. Biar nanti juga punya rumah sendiri”. Begitu kata ibu Apsiah ketika ditanya mengapa ia memulai usahanya. Ibu Apsiah memang sudah menjalankan usaha ternak cupang sejak lama. Ketika ia mendengar tentang PT Amartha Mikro Fintek dengan slogan “Pinjaman Mudah, Pelayanan Ramah”, dan melayani pendanaan untuk usaha bagi perempuan, Ibu Apsiah langsung mendaftarkan dirinya. Lolos dalam uji kelayakan dan pendampingan keuangan, Ibu Apsiah menerima pembiayaan awal Rp 500.000.

Ibu Apsiah dan ratusan ikan hasil ternakannya
Ibu Apsiah dan ratusan ikan hasil ternakannya

Kerja sama membuahkan hasil
Modal usaha tersebut ia gunakan untuk mengembangkan usaha ikan cupang bersama suaminya. “Jadi habis cupangnya besar dan siap dijual, nanti suami saya yang bawa ke kota buat jualan”, ujar Ibu Apsiah. Ia mengaku bahwa kerja sama dalam usaha sangat penting, karena dengan demikian mereka bisa berbagi tanggung jawab, dan hasil yang diraih pun lebih maksimal. Benar saja, kini Ibu Apsiah bersama suami telah mampu membeli tanah dan membangun rumah sendiri, beserta 2 buah motor untuk mendistribusikan ikan miliknya, dan memiliki lapak di Jatinegara serta menyewa ruko di blok M. Kini mimpi Ibu Apsiah yang ingin ia capai adalah menyekolahkan anaknya hingga kuliah.

Dari ketiga Ibu ini kita bisa belajar bahwa perempuan pedesaan memiliki ambisi yang sama dengan perempuan di manapun. Meski kadang dalam pengambilan keputusan atau memulai usaha, mereka terbentur dengan minimnya akses. Dengan mendorong perempuan untuk turut dalam pengambilan keputusan, kita bisa melihat hasil yang positif. Dalam ketiga cerita di atas kita melihat bahwa akses permodalan dari PT Amartha Mikro Fintek membuka peluang mereka untuk melakukan banyak hal.

PT Amartha Mikro Fintek yang terlah terdaftar dan diawasi OJK merupakan perusahaan TekFin (Teknologi Finansial) Peer-to-peer lending yang memang berkomitmen untuk memberikan akses permodalan untuk perempuan pedesaan. Tujuannya agar ekonomi di desa semakin aktif dan dinamis, serta semakin banyak perempuan Indonesia terdorong untuk mandiri. Membangun mimpi untuk Indonesia yang sejahtera bersama, menjadi jembatan untuk kesetaraan ekonomi.

(Tim Amartha)

Ijah Sambung Hidup dengan Berdagang Bakmi Ayam

Ijah Mitra Amartha
Ijah Mitra Amartha

Hidup berdua dengan buah hatinya yang kala itu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, membuat Ijah terbiasa bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya dan keperluan sekolah anak semata wayangnya. Ijah paham betul bahwa ketiadaan suaminya, yang telah meninggal, membuat Ijah harus berusaha untuk menyokong perekonomian keluarganya.

Ijah memutuskan untuk berdagang bakmi ayam di depan rumahnya guna mencukupi kebutuhan keluarganya sehari–hari. Selain itu, kini anak semata wayangnya yang telah lulus SMP memutuskan untuk langsung bekerja agar dapat menambah penghasilan keluarga.

Sehari–hari Ijah berdagang bakmi ayam di depan rumahnya. Teras yang tidak begitu luas, ia gunakan untuk menempatkan gerobak bakmi ayam, sebuah meja, dan beberapa bangku untuk duduk para pembelinya. Kebanyakan pelanggan bakmi ayam buatan Ijah adalah warga di kampungnya.

Karena kami hanya hidup berdua saja, saya ingin tetap mandiri, berusaha memenuhi kebutuhan saya dan anak semata wayang, agar ia dapat hidup layak dan tercukupi, ” ujarnya. Continue reading Ijah Sambung Hidup dengan Berdagang Bakmi Ayam

Social Return on Investment

IMG-20180108-WA0013Bekerjasama dengan Melbourne Microfinance Initiative (MMI), Amartha baru saja melakukan analisa Social Return on Investment (SROI) yang mengukur dampak sosial dari operasi Amartha. Dilakukan dengan mengambil sampel-sampel mitra yang sudah lebih dari satu tahun bergabung dengan Amartha dari tiga area, yaitu Bogor, Bandung dan Subang, analisa ini memberikan hasil akhir perhitungan SROI Amartha pada angka positif 98% yang luar biasa!

Apa itu SROI?

New Economic Foundation menjelaskan SROI adalah sebuah studi analisa yang merubah nilai dampak-dampak yang telah timbul berdasarkan indikator terpilih untuk menentukan kesejahteraan ekonomi, sosial, lingkungan menjadi nilai mata uang kemudian membandingkan dengan jumlah dana yang diinvestasikan sebelum dampak tersebut muncul.

Kenapa SROI itu penting?

Menurut Heather Stombaugh, seperti dituliskan di thebalance.com, SROI dapat memberikan competitive edge, apalagi untuk Social Enterprise seperti Amartha yang kini masih berkembang. Kepada dunia luar, analisa SROI mendukung untuk menunjukan nilai kelebihan-kelebihan yang Amartha:

  1. Kredibilitas – pendanaan yang benar-benar memunculkan dampak langsung bagi mitra karena Amartha.
  2. Kapabilitas – Amartha bisa mengumpulkan data menghitung seberapa besar dan di mana saja dampak sosial yang telah tercipta.
  3. Kesinambungan (sustainability) – keberlangsungan usaha yang sangat didukung oleh keberhasilan dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk mitra Amartha.

Sementara ke dalam tim Amartha sendiri, SROI merupakan alat untuk membuktikan (prove) dan memperbaiki (improve).

Hasil studi MMI

Untuk melakukan perhitungan angka SROI Amartha, MMI telah menyusun pertanyaan-pertanyaan kepada mitra. Dengan menggunakan nilai uang dari pertanyaan survey, diketahui sebagai berikut:

  1. Input (cost) – plafon pinjaman
  2. Output (benefit) – dampak-dampak dalam jumlah uang yang muncul semenjak pendanaan.

Kemudian dihitung dengan rumus:

unnamed (1)

Hasilnya, Amartha mendapat angka SROI 0.98* atau 98%! Dalam kamus social value, rasio SROI Amartha adalah 1.98:1. Dengan kata lain setiap Rp1 yang diinvestasikan, sebesar Rp1.98 social value akan dinikmati oleh ibu-ibu mitra Amartha.

Amartha telah memberikan social return yang positif. Artinya, selain mitra bisa membayar pinjaman, mitra juga menikmati dampak sosial dalam bentuk peningkatan kualitas kehidupan sebesar 98% dibandingkan sebelum menerima pendanaan. Peningkatan tersebut antara lain sanitasi, kepemilikan aset, pendidikan, kepemimpinan, kesehatan, dan silaturahmi.

Angka SROI ini sangat baik untuk Amartha yang masih muda dan berkembang. Sementara social enterprise serupa, kebanyakan masih belum memikirkan untuk memperhatikan dan menghitung dampak sosial. Namun, Amartha sendiri tidak semerta-merta hanya puas di angka SROI 98%. Tentu, Amartha akan terus fokus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan senantiasa meningkatkan kapabilitas dan kinerja dengan maksimal.

Dari survey ini, diketahui juga bahwa:

  • 88% memiliki peningkatan pendapatan
  • 51% kini mereka bisa memiliki aset pribadi seperti handphone, motor, televisi, kulkas, bahkan mobil
  • 42% bisa melakukan perbaikan rumah, seperti atap, lantai atau dinding
  • 34% memiliki sanitasi yang lebih baik
  • Walaupun sebagian kecil, tapi beberapa kini memiliki kepercayaan diri untuk mengikuti kegiatan kepemimpinan seperti mencalonkan diri menajdi ketua PKK atau ketua kelompok di komunitasnya
  • 76% lebih sering bertemu atau bersilaturahmi dengan teman atau keluarga, atau terlibat dalam kegiatan sosial seperti arisan

Tentang Amartha

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra pada bulan April 2010 sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan misi menghubungkan pelaku usaha di pedesaan yang kesulitan mendapat modal usaha. Pada tahun 2015, Amartha secara resmi bertransformasi menjadi perusahaan teknologi finansial (FinTech) dengan layanan peer to peer (P2P) lending marketplace untuk menghubungkan langsung pengusaha mikro (UKM) dengan pemodal (investor) secara online. Transformasi tersebut memungkinkan individu atau kelompok berinvestasi untuk UKM yang mencari pinjaman. Berbasis teknologi peer-to-peer (P2P), kini investor lebih nyaman dalam memilih mitra usaha yang memerlukan pembiayaan, berdasarkan profil risiko dan imbal hasil yang diinginkan.

Amartha telah berhasil menekan risiko gagal bayar (NPL) hingga 0% selama 7 tahun terakhir, dengan total dana tersalurkan lebih dari Rp 233 Milyar kepada lebih dari 79.000 mitra perempuan di pedesaan. Risiko terukur, investasi dengan impact sosial yang menguntungkan. Amartha percaya dengan terus memudahkan akses permodalan untuk usaha mikro dan kecil akan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat piramida bawah, membangun ketahanan ekonomi, dan mewujudkan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi website www.amartha.com.

Kontak Media

Ahmad Zaki | Public Relation and Social Impact Manager

Mobile: +62 838 9942 7158

Email : ahmad.zaki@amartha.com

Melbourne Microfinance Initiative

unnamed

The Melbourne Microfinance Initiative (MMI) adalah organisasi mahasiswa Australia pertama dan terbesar yang meberikan layanan konsultasi gratis kepada institusi microfinance di seluruh dunia. MMI memiliki visi untuk memberikan dampak langsung kepada komunitas yang membutuhkan. Sebelumnya MMI telah menjalankan berbagai progam kosultasi di negara-negara berkembang seperti Myanmar dan Timor Leste. Setelah kolaborasi ini, Amartha dan MMI kini sedang berdiskusi untuk melanjutkan kerjasama di tahun depan.

Footnote:

* hasil angka 0.00 muncul bila nilai dampak pada mitra sama dengan nilai pendanaan atau social return yang impas. Tidak ada beda antara lembaga memberikan atau tidak memberikan pendanaan.

Angka >0.00 muncul bila nilai dampak melebihi pendanaan atau social return yang positif. Dampak positif muncul karena pedanaan yang diberikan.

Angka <0.00 muncul bila nilai pendanaan lebih besar dari dampak atau social return yang negative.

Wujudkan Resolusi, Bukan Sekedar Janji

resolusi_amartha_2018

Apa yang Anda lakukan di hari ini satu tahun yang lalu? Apakah masih merapikan resolusi tahun baru Anda, ataukah sedang memulai resolusi seperti minum air lebih banyak, bangun lebih pagi, berolah raga atau mulai pergi ke gym, makan lebih sehat, menabung?

Apapun yang Anda lakukan di awal tahun yang baru dan apapun resolusinya, satu hal terpenting adalah seberapa sukses Anda berhasil menjalaninya. Nah, di awal tahun ini, kami tidak dapat memberi tahu Anda resolusi apa yang harus Anda buat, namun kami menemukan beberapa petunjuk tentang bagaimana Anda harus melaksanakan resolusi Anda agar tahun ini dapat kita jalani dengan sukses!

1. Keep it Realistic

Berolah raga lebih banyak, berhenti merokok, membaca lebih banyak- kita bisa membuat list panjang mengenai resokusi yang telah kita buat dan gagalkan. Orang akan sukses jika mencoba meraih tujuan yang realistis dan menghargai usaha mereka sendiri. Anda juga harus menyesuaikan tujuan yang dibuat dengan kondisi aktual yang ada. Misalkan saja seorang yang memiliki waktu luang yang sedikit karena tuntutan pekerjaan, kemudian menargetkan harus turun 10 kg dalam waktu 1 bulan. Mungkinkah?

2. Libatkan orang lain

Dr John Michael, seorang filsuf di Warwick University, mempelajari faktor sosial yang terlibat dalam membuat dan mempertahankan komitmen. Dia mengatakan bahwa kita lebih cenderung menyimpan resolusi jika kita dapat melihatnya sebagai sesuatu yang penting bagi orang lain.

Itu mungkin berarti berkomitmen untuk menghadiri kelas dengan seorang teman. Efeknya bisa menjadi lebih kuat lagi jika Anda harus membayar di muka – begitu kita merasa seseorang telah menginvestasikan waktu dan uang dalam sesuatu, kita cenderung melihat melalui komitmen kita.

Dr Michael saat ini sedang menguji teori bahwa kita lebih termotivasi untuk mencegah kerugian orang lain daripada diri kita sendiri.

3. Catat dan Evaluasi

Resolusi anda seperti sebuah kompas untuk memberi tahu anda harus ke mana? Dengan begitu anda perlu mencatat dan mengevaluasinya secara berkala agar anda tidak tersesat dengan keinginan-keinginan yang dapat mengalihkan anda dari resolusi anda sendiri.

4. Be Spesific and simpy do it!

Resolusi adalah apa yang anda perjuangkan. Rencanakan tindakan Anda secara detail agar Anda mengetahui apa yang harus dilakukan secara bertahap untuk mewujudkan resolusi.

Dengan merencanakan “Saya akan mulai mengalokasikan 3juta rupiah per-3 bulan untuk Investasi“ lebih mungkin berhasil daripada sekadar mengatakan “Saya akan mulai investasi”.

Mulailah mencari tahu dan alokasikan waktu misalnya 15 menit untuk membaca kanal ekonomi dan bisnis misalnya

Tidak ada resolusi yang tidak mungkin diacpai selama itu realistis dan berfokus kepada kebaikan. Komitmen dan buatlah spesifik. Mulai dengan hal-hal kecil dan lakukan dari sekarang!

Cerita Subrinah Mengumpulkan Rupiah dari Bisnis Keripik

Sukses Kembangkan Usaha Rumahan Berkat Suntikan Modal Amartha
Sukses Kembangkan Usaha Rumahan Berkat Suntikan Modal Amartha

Mencoba sesuatu yang baru, yang belum pernah kita lakukan sama sekali merupakan suatu hal yang tidak mudah. Butuh keberanian dan keteguhan hati untuk memulai dan berupaya agar tetap fokus dengan apa yang kita pilih. Apalagi bagi mereka, para perempuan unbanked yang hidup jauh dari akses terhadap sumberdaya. Hal ini otomatis menjadi sebuah tantangan tersendiri, untuk berani memulai demi kehidupan yang makin maju.

Begitu pula yang dialami Subrinah, salah satu petani di Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Wilayah ini bisa dibilang sebagai salah satu desa tertinggal, yang jauh akan akses terhadap berbagai sumberdaya. Misalnya akses terhadap transportasi, kesehatan, dan pusat kota, yang kemudian berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan penduduknya. Namun hal ini tidak menghalangi Subrinah untuk menjadi sosok yang mandiri dan berdaya.

Nyatanya, Subrinah kini berhasil mengembangkan usaha aneka keripik miliknya hingga mampu dipasarkan di luar kota. Cerita berawal dari keinginan Subrinah mencoba sesuatu yang baru. Saat itu, sebagai seorang petani palawija ia sangat sedih karena harga dari hasil bertaninya sangat murah di pasaran. Subrinah pun memutar otak, mencari jalan keluar agar ia mampu menghasilkan uang lebih banyak dari hasil bertaninya tersebut. Continue reading Cerita Subrinah Mengumpulkan Rupiah dari Bisnis Keripik

Amartha Tawarkan Peluang Investasi P2P Micro Lending yang Aman dan Menguntungkan

Courtesy of http://www.beritasatu.com

Sebagai perusahaan fintech berpengalaman, Amartha mengutamakan investasi aman dan menguntungkan bagi para investor, melalui pendanaan mikro, yang menerapkan sistem pinjaman berkelompok (Group Lending)

Jakarta, 14 Desember 2017 – Perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) begitu pesat, baik secara global, regional, hingga nasional. Industri fintech memiliki peluang untuk membawa perubahan ke dalam keseluruhan industri keuangan global termasuk di Indonesia. Salah satu pilihan produk investasi yang sedang berkembang pesat saat ini adalah investasi dengan konsep Peer-To-Peer (P2P) micro lending. PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) adalah pelopor platform P2P micro lending di Indonesia yang hadir dengan konsep investasi yang unik, aman, dan menguntungkan. Berdiri sejak tahun 2010 sebagai lembaga keuangan mikro dan bertransformasi menjadi perusahaan P2P di tahun 2016, Amartha menawarkan peluang bagi investor yang ingin memberikan akses permodalan, untuk terhubung dengan pengusaha mikro di pedesaan yang membutuhkan pendanaan.

Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, “Sejak pertama berdirinya, Amartha terus berkomitmen untuk menghubungkan para pengusaha mikro unbanked, dengan para investor yang ingin menambah aset investasi di sektor yang lebih menguntungkan dan tentunya bernilai sosial. Keunikan lain terletak pada pengusaha mikro atau Mitra Amartha, yang seluruhnya adalah perempuan. Kini, lebih dari 70.000 perempuan pelaku usaha mikro di pelosok Indonesia telah menikmati layanan kami, dengan total dana yang didistribusikan lebih dari 200 Miliar Rupiah (US$ 15 Juta).”

Lebih lanjut Taufan mengatakan, “Selama 7 tahun berdiri, Amartha berhasil mempertahankan tingkat gagal bayar yang sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh salah satu manajemen risiko yang juga unik, yaitu dengan menerapkan group lending system (pinjaman kelompok) yang memiliki mekanisme tanggung renteng, dimana setiap peminjam akan dikelompokkan ke dalam satu kumpulan yang disebut Majelis. Kelompok ini terdiri dari 15 – 25 orang peminjam yang tinggal berdekatan. Dengan sistem ini, setiap anggota bertanggung jawab untuk melakukan tanggung renteng atau menanggung risiko secara kelompok, apabila salah satu anggota mengalami kredit macet.” Continue reading Amartha Tawarkan Peluang Investasi P2P Micro Lending yang Aman dan Menguntungkan

Segera Raih Kemandirian Finansial Anda Sekarang!

FinanceTahukah kamu? Ternyata banyak lho dari masyarakat Indonesia yang belum memiliki persiapan finansial, baik itu sebagai dana cadangan maupun untuk keperluan masa depannya. Menurut survey yang dilakukan oleh HSBC Indonesia terhadap 1.000 orang responden, mengatakan bahwa sebanyak 64% responden mengkhawatirkan kesehatan fisik mereka di masa depan dan 54% responden khawatir tentang kesehatan finansial mereka.

Selain itu, ada 67% responden yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan persiapan finansial dalam bentuk tabungan, investasi dan asuransi. Namun sayangnya, masih ada 38% dari responden tersebut mengaku belum memahami sepenuhnya perihal persiapan finansial yang dapat dijadikan jaminan di masa tua nanti ataupun untuk dana cadangan.

Fakta lain menyebutkan, bahwa persiapan finansial yang dilakukan responden, ternyata masih fokus pada perencanaan jangka pendek untuk kebutuhan-kebutuhan yang bersifat mendadak saja. Ada 36% responden yang berpendapat bahwa mereka saat ini merasa belum membutuhkan atau tidak menjadikan persiapan finansial jangka panjang sebagai prioritas. Padahal, keadaan yang tidak menentu di masa depan sebenernya menuntut kita agar memiliki persiapan yang matang. Kebebasan finansial pun menjadi suatu urgensi yang seyogyanya bisa kamu persiapkan sedini mungkin.

Maka berikut ini kami sajikan ulasan, mengapa meraih kemandirian finansial menjadi sangat penting untuk dilakukan sedini mungkin, menurut pendiri Financial Wisdom Eko P. Pratomo agar Anda meraih sukses secara finansial.

Continue reading Segera Raih Kemandirian Finansial Anda Sekarang!

#HARBOLNAS: Belanja Online Bikin Dompet Merana? Amankan dengan Tips Berikut!

Manfaatkan HARBOLNAS dan Raih Keuntungan Maksimal
Manfaatkan HARBOLNAS dan Raih Keuntungan Maksimal

Gegap gempita Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) memang sudah terasa gaungnya. Apalagi di penghujung tahun dengan suasana liburan yang sangat melekat serta pergantian tahun yang dinanti-nanti, membuat orang banyak berburu barang-barang diskon yang ditawarkan oleh banyak e-commerce di Indonesia. Karena memang, buat beberapa orang, belanja menciptakan rasa bahagia. Ada perasaan puas selepas mampu membeli barang yang sudah diidamkan sekian lama, apalagi kalau berhasil membeli barang yang murah diantara barang setipe lainnya. Happy dan puas banget tentu rasanya!

Tapi nyatanya? Banyak orang yang terjebak dengan kegiatan yang satu ini. Hal ini karena, belanja yang tidak terkontrol menjadi sumber kebangkrutan yang tidak bisa dihindari lho. Jika tidak hati-hati kebiasaan belanja bisa mengakuisisi dana yang sudah disiapkan untuk kebutuhan lain selama ini. Nah, agar hal ini tidak terjadi, yuk simak tips berikut biar dompetmu gak merana di event HARBOLNAS tahun ini. Continue reading #HARBOLNAS: Belanja Online Bikin Dompet Merana? Amankan dengan Tips Berikut!

Raih 3 Penghargaan di Penghujung Tahun 2017, Amartha Fokus Berdayakan Masyarakat Prasejahtera

kadin dki jakartaJakarta, 11 Desember 2017 – Mendekati penghujung tahun 2017, Amartha semakin terpacu untuk berkarya dengan meraih 3 penghargaan yang masing-masing berasal dari Kadin DKI Jakarta, Republika Syariah Award, dan Marketeers. Apresiasi yang diterima Amartha membuktikan bahwa usaha yang dilakukan telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penghargaan yang diterima Amartha kali ini antara lain STAR UP Award dari Kadin DKI Jakarta, karena dianggap sebagai Pionir Startup yang berkontribusi besar dalam pengembangan industri keuangan berbasis teknologi dan inovasi. Penghargaan lainnya adalah Penghargaan Khusus Fintech yang Berakad Syariah dari Republika Syariah Award. Amartha memang menggunakan beberapa akad dalam layanan keuangannya, yaitu Aqad Al Murabaha, Al Ijarah, serta Al Hiwalah, yang disesuaikan dengan tujuan pengajuan pembiayaan. Hal ini dilakukan guna mewujudkan aktifitas layanan keuangan yang transparan, adil, serta memiliki akuntabilitas, baik untuk pemberi dana maupun penerima dana.

Penghargaan ketiga datang dari Marketeers, kepada 40 orang dengan usia dibawah 40 tahun yang telah memberikan kontribusi nyata untuk Indonesia. Penghargaan ini diterima oleh Andi Taufan Garuda Putra sebagai CEO & Founder Amartha. Continue reading Raih 3 Penghargaan di Penghujung Tahun 2017, Amartha Fokus Berdayakan Masyarakat Prasejahtera

Trik Liburan Murah Meriah ke Luar Negeri. Mau?

Nikmati Liburan dengan Budget Ekonomis dengan Trik Berikut
Nikmati Liburan dengan Budget Ekonomis dengan Trik Berikut

Tinggal hitungan hari lagi nih kita akan menapaki hari baru, meninggalkan berbagai kenangan di tahun 2017 dan menyambut tahun 2018 yang penuh dengan berbagai kejutan. Tentu setiap orang ingin menutup akhir tahun dengan suka cita, salah satunya lewat berlibur. Karena, liburan dipercaya sebagai momentum yang sangat penting bagi banyak orang untuk dapat melepaskan stress dan juga kepenatan di tengah kepadatan aktivitas sehari-hari.

Nah sudah hal pasti, banyak orang telah bersiap untuk berlibur di akhir tahun 2017 ini, apalagi tanggal merah di penghujung tahun ini ada di hari Senin dan Selasa yaitu 25 dan 26 Desember 2017, pastinya akan menjadi long weekend yang sayang sekali jika terkewatkan bukan?

Liburan di dalam maupun luar negeri, dapat kamu pilih untuk mengisi pengujung tahun yang manis ini. Nah, buat kamu yang ingin sekali berlibur ke luar negeri dengan budget ekonomis, kira-kira gimana ya trik dan tips nya? Yuk kita simak trik & tips liburan ekonomis ke luar negeri berikut! Continue reading Trik Liburan Murah Meriah ke Luar Negeri. Mau?